Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ BYD resmi meluncurkan Atto 2 model 2027 di pasar China dengan menempatkan efisiensi dan daya jelajah sebagai salah satu fokus utama pembaruan. SUV listrik yang dikenal dengan nama Yuan UP di negara asalnya itu kini mampu menempuh jarak hingga 501 kilometer berdasarkan standar China Light-Duty Vehicle Test Cycle atau CLTC, meski tenaga motor listriknya diturunkan menjadi 70 kW. Dengan harga mulai US$11.150 atau sekitar Rp 200,7 juta, model tersebut diarahkan untuk mempertahankan daya saing di segmen SUV listrik kompak. Pembaruan juga dilakukan pada kabin untuk menghadirkan suasana yang lebih modern dan premium.
Langkah BYD pada Atto 2 2027 menunjukkan pendekatan yang lebih menitikberatkan keseimbangan antara harga, efisiensi, dan jarak tempuh. Alih-alih meningkatkan keluaran tenaga, perusahaan menggunakan motor dengan daya lebih rendah dibanding konfigurasi sebelumnya dan mengimbanginya melalui peningkatan efisiensi kendaraan.
Motor 70 kW Jadi Standar Seluruh Varian
Pada model terbaru, BYD menggunakan motor listrik berdaya 70 kW sebagai standar untuk seluruh varian Atto 2. Angka tersebut lebih rendah dibanding konfigurasi sebelumnya, tetapi perubahan itu tidak membuat kemampuan jelajah kendaraan ikut menurun.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebaliknya, peningkatan efisiensi memungkinkan Atto 2 menempuh perjalanan lebih jauh dalam satu kali pengisian daya. Strategi tersebut memperlihatkan fokus BYD untuk menghadirkan kendaraan listrik yang tetap terjangkau sekaligus memiliki jarak tempuh yang relevan bagi kebutuhan konsumen.
Jarak Tempuh BYD Atto 2 Tembus 501 Km
Salah satu perubahan utama pada BYD Atto 2 2027 adalah peningkatan daya jelajah hingga 501 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Capaian itu menjadi salah satu daya tarik utama model terbaru, terutama ketika kekhawatiran terhadap jarak tempuh masih menjadi pertimbangan sebagian konsumen dalam memilih kendaraan listrik.
Kombinasi jarak tempuh di atas 500 kilometer dan harga di bawah Rp 250 juta menempatkan Atto 2 sebagai salah satu alternatif SUV listrik di pasar Tiongkok. BYD mencoba menawarkan kendaraan dengan biaya yang tetap kompetitif tanpa mengorbankan kemampuan kendaraan untuk melakukan perjalanan lebih panjang dalam satu kali pengisian daya.
Dari sisi eksterior, BYD tidak melakukan perubahan besar terhadap karakter Atto 2. Model ini tetap mempertahankan bentuk ringkas sebagai SUV lima pintu, sementara penyegaran lebih banyak diarahkan ke bagian interior.
Tata letak kabin diperbarui agar menghadirkan kesan yang lebih modern dan mewah dibanding model sebelumnya. Penyempurnaan tersebut melengkapi perubahan teknis pada sistem penggerak dan efisiensi, sehingga pembaruan Atto 2 tidak hanya berfokus pada angka jarak tempuh.
Harga Atto 2 Tetap di Kisaran Rp 200 Jutaan
BYD Atto 2 2027 dipasarkan di China dengan harga mulai US$11.150 atau sekitar Rp 200,7 juta. Harga tersebut menjadi bagian penting dari strategi produk karena BYD tetap mempertahankan posisi Atto 2 sebagai kendaraan listrik dengan banderol kompetitif di tengah persaingan pasar domestik yang semakin ketat.
Dengan harga tersebut, konsumen mendapatkan SUV listrik kompak dengan jarak tempuh hingga 501 kilometer serta interior yang telah disegarkan. Kombinasi harga, efisiensi, daya jelajah, dan pembaruan kabin menjadi modal Atto 2 untuk bersaing di pasar kendaraan listrik China.
Pembaruan Atto 2 juga memperlihatkan bahwa peningkatan sebuah mobil listrik tidak selalu diwujudkan melalui tenaga motor yang lebih besar. Dalam model 2027 ini, BYD justru menurunkan daya motor menjadi 70 kW sambil meningkatkan kemampuan jelajah kendaraan melalui efisiensi yang lebih baik.
Denza Z9S Tawarkan Jarak Tempuh hingga 1.100 Km
Di bagian lain portofolio kendaraan listrik di bawah naungan BYD, Denza juga menyiapkan Z9S yang dijadwalkan meluncur secara resmi di China pada 23 September 2026. Sedan listrik tersebut sebelumnya telah dibuka untuk pemesanan awal dalam tiga varian dengan jarak tempuh masing-masing 780 kilometer, 920 kilometer, dan 1.100 kilometer berdasarkan standar CLTC.
Varian Denza Z9S dengan jarak tempuh 1.100 kilometer menggunakan baterai berkapasitas 122,496 kWh, sedangkan dua varian lainnya dibekali baterai 102,326 kWh. Jarak tempuh 1.100 kilometer diklaim menjadi yang terpanjang untuk mobil listrik produksi massal, melampaui Denza Z9 GT yang sebelumnya memiliki kemampuan hingga 1.036 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.
Selain mengandalkan kapasitas baterai besar, Denza Z9S juga membawa teknologi pengisian cepat yang disebut Flash Charging. Kehadiran Atto 2 dengan fokus efisiensi dan Denza Z9S dengan kemampuan jelajah yang jauh lebih panjang memperlihatkan beragam pendekatan produk kendaraan listrik yang berada di bawah naungan BYD.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















