Headline.co.id, Jakarta ~ Wajah memerah setelah baru beberapa menit berolahraga merupakan respons normal tubuh terhadap peningkatan panas. Kondisi ini dijelaskan dalam artikel kesehatan yang dimuat pada Minggu, 20 September 2026, di Jakarta. Kemerahan terjadi ketika pembuluh darah di kulit melebar sehingga aliran darah ke permukaan kulit meningkat untuk membantu melepaskan panas dari tubuh. Namun, kemerahan perlu diwaspadai apabila disertai sejumlah gejala lain, seperti pusing, sesak napas, atau nyeri dada.
Wajah memerah saat olahraga dapat terlihat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang hanya mengalami sedikit perubahan warna pada wajah, sedangkan yang lain bisa tampak sangat merah meski melakukan aktivitas yang sama. Perbedaan tersebut berkaitan dengan respons tubuh dalam mengatur suhu selama olahraga.
Mekanisme tubuh saat suhu meningkat
Saat berolahraga, otot bekerja lebih aktif dan menghasilkan panas. Semakin lama serta semakin berat aktivitas dilakukan, semakin banyak panas yang terbentuk. Tubuh kemudian berupaya menjaga suhu inti tetap berada dalam rentang yang aman.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Salah satu caranya adalah meningkatkan aliran darah menuju kulit. Pembuluh darah yang berada di dekat permukaan kulit melebar sehingga lebih banyak darah yang membawa panas dari dalam tubuh mengalir ke permukaan. Panas tersebut selanjutnya dilepaskan ke lingkungan, salah satunya melalui keringat.
Melansir dari Cleveland Clinic, mekanisme tersebut merupakan bagian dari cara tubuh mengatur suhu. Ulasan yang dipublikasikan dalam Physiological Reviews juga menyebut respons ini sebagai bagian dari sistem termoregulasi tubuh ketika suhu inti mulai meningkat.
Pelebaran pembuluh darah kulit tidak selalu langsung terjadi sejak awal olahraga. Pada fase awal aktivitas, tubuh dapat mengalami penyempitan pembuluh darah kulit sementara. Kondisi itu membantu mempertahankan aliran darah menuju otot yang sedang bekerja.
Setelah suhu inti tubuh meningkat melewati ambang tertentu, aliran darah ke kulit kemudian bertambah untuk membantu proses pendinginan. Karena itu, wajah bisa menjadi lebih merah setelah olahraga berlangsung beberapa saat, bukan selalu sejak aktivitas dimulai.
Faktor yang memengaruhi kemerahan wajah
Respons tubuh terhadap olahraga tidak sama pada setiap orang. Kebugaran, hidrasi, usia, serta kemampuan tubuh beradaptasi terhadap panas dapat memengaruhi aliran darah ke kulit selama beraktivitas.
Orang yang rutin berolahraga juga dapat mengalami adaptasi tubuh terhadap panas. Penelitian dalam Experimental Physiology menyebut latihan dapat mengubah cara sistem pembuluh darah kulit merespons aktivitas dan kondisi panas.
Selain kondisi tubuh, suhu dan kelembapan lingkungan turut memengaruhi warna wajah saat olahraga. Aktivitas di ruangan yang panas atau lembap membuat tubuh lebih sulit melepaskan panas ke lingkungan.
Dalam kondisi tersebut, aliran darah menuju kulit dapat meningkat untuk membantu pelepasan panas. Hal itu membuat wajah seseorang bisa terlihat lebih merah ketika berolahraga di tempat yang pengap dibandingkan saat melakukan aktivitas yang sama di ruangan yang lebih sejuk.
Kemerahan bukan ukuran tunggal intensitas olahraga
Warna wajah tidak dapat dijadikan satu-satunya ukuran untuk menentukan seberapa berat olahraga yang dilakukan. Kemerahan pada wajah setelah berolahraga pada dasarnya merupakan respons tubuh terhadap peningkatan panas.
Hal yang lebih penting adalah memperhatikan gejala lain yang menyertai. Jika wajah merah disertai pusing, lemas berat, kebingungan, mual atau muntah, sakit kepala berat, sesak napas, nyeri dada, atau perasaan akan pingsan, aktivitas sebaiknya segera dihentikan.
Gejala tersebut perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menunjukkan tubuh mengalami kesulitan menghadapi panas atau adanya kondisi lain yang membutuhkan penanganan. Dengan demikian, kemerahan wajah tanpa gejala penyerta umumnya merupakan bagian dari proses pendinginan tubuh, tetapi perubahan kondisi selama olahraga tetap perlu diperhatikan.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















