Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Volvo membuka peluang memperluas kembali lini kendaraannya di luar SUV dengan menyiapkan mobil berbodi lebih rendah untuk pasar Barat, termasuk Amerika Serikat dan Eropa. Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi produk pabrikan asal Swedia itu yang menargetkan kehadiran 13 model baru hingga 2030. Dari jumlah tersebut, tujuh model diarahkan untuk pasar Barat, sementara format kendaraan berbodi rendah berpotensi mencakup sedan dan station wagon. Strategi ini muncul ketika Volvo mempertimbangkan faktor aerodinamika kendaraan listrik serta kemungkinan perubahan selera konsumen yang mulai mencari alternatif selain SUV.
Dalam rencana produk terbarunya, Volvo menggunakan istilah 'low body types' untuk menggambarkan kendaraan dengan bodi yang lebih rendah dibandingkan SUV. Kehadiran kategori tersebut menunjukkan bahwa perusahaan belum sepenuhnya menutup peluang bagi bentuk kendaraan yang selama beberapa tahun terakhir semakin jarang ditawarkan di pasar Amerika Serikat.
Tujuh Model Disiapkan untuk Pasar Barat
Volvo menargetkan total 13 model baru hadir hingga 2030. Tujuh di antaranya ditujukan untuk kawasan Barat yang mencakup Amerika Serikat dan Eropa, sehingga rencana kendaraan berbodi rendah tidak hanya diarahkan untuk pasar China.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Meski telah memasukkan kategori kendaraan berbodi rendah ke dalam rencana produknya, Volvo belum mengonfirmasi model maupun nama kendaraan yang akan menggunakan desain tersebut. Perusahaan juga belum mengungkap spesifikasi serta jadwal peluncuran secara terperinci.
Langkah tersebut menjadi perhatian karena Volvo selama beberapa tahun terakhir semakin mengandalkan SUV, terutama di pasar Amerika Serikat. Setelah 2026, jajaran station wagon Volvo di negara tersebut juga akan kehilangan V60 Cross Country dan V90 Cross Country.
Sedan dan Wagon Masih Masuk Pertimbangan
Presentasi produk Volvo menunjukkan bahwa sedan dan wagon masih dipertimbangkan untuk generasi produk berikutnya. Istilah kendaraan berbodi rendah yang digunakan perusahaan membuka kemungkinan kedua bentuk kendaraan tersebut kembali memperoleh tempat dalam lini produk Volvo.
Rencana itu tidak berarti Volvo akan meninggalkan SUV. Segmen SUV tetap menjadi bagian penting dari portofolio perusahaan, sementara pengembangan kendaraan berbodi lebih rendah dapat memperluas pilihan yang tersedia bagi konsumen di masa mendatang.
Selain kendaraan dengan bodi rendah, Volvo juga menyiapkan kendaraan kedua yang berbasis arsitektur listrik SPA3. Arsitektur tersebut saat ini digunakan oleh EX60. Perusahaan juga merencanakan model berukuran lebih besar dengan pilihan teknologi penggerak yang beragam.
Jika rencana kendaraan berbodi rendah tersebut diwujudkan, Volvo dapat kembali menawarkan pilihan kendaraan di luar segmen SUV. Namun, perusahaan belum memberikan kepastian apakah format itu nantinya akan berupa sedan, station wagon, atau bentuk kendaraan lain.
Aerodinamika Penting untuk Kendaraan Listrik
Salah satu pertimbangan dalam pengembangan kendaraan berbodi rendah berkaitan dengan aerodinamika. Kendaraan dengan posisi bodi yang lebih rendah memiliki area depan lebih kecil sehingga dapat membantu mengurangi hambatan udara ketika kendaraan melaju.
Faktor tersebut semakin penting pada kendaraan listrik karena hambatan udara berkaitan dengan efisiensi penggunaan energi dan jarak tempuh. Karena itu, bentuk kendaraan yang lebih rendah dapat menjadi salah satu pendekatan Volvo dalam mengembangkan kendaraan listrik yang lebih efisien.
Pertimbangan tersebut juga menunjukkan bahwa pilihan bentuk bodi tidak hanya berkaitan dengan desain. Pada kendaraan listrik, karakter aerodinamika dapat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung kemampuan kendaraan menempuh jarak yang lebih jauh.
Perubahan Selera Konsumen Jadi Pertimbangan
Selain aspek teknis, Volvo mempertimbangkan kemungkinan perubahan selera konsumen. Perusahaan melihat adanya peluang bahwa generasi konsumen berikutnya mulai mencari alternatif selain SUV yang selama ini mendominasi pasar.
Kondisi tersebut dapat membuka kembali ruang bagi sedan dan station wagon dalam strategi produk Volvo. Kedua bentuk kendaraan itu sebelumnya menjadi bagian dari pilihan Volvo, tetapi kehadirannya di pasar Amerika Serikat semakin terbatas seiring meningkatnya dominasi SUV.
Volvo tetap menargetkan seluruh 13 model baru tersebut hadir hingga 2030. Masuknya kategori 'low body types' dalam rencana produk perusahaan menunjukkan bahwa kendaraan dengan bodi lebih rendah masih memiliki peluang dalam strategi Volvo, meskipun nama model, spesifikasi, bentuk produksi, dan waktu peluncurannya belum diumumkan secara detail.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.





















