Headline.co.id, Bengkulu ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat menyiapkan program Karya Bakti berskala besar di Provinsi Bengkulu. Program yang dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober 2026 itu diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan perekonomian desa. Kolaborasi tersebut dibahas Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Panglima Kopassus Djon Afriandi di Jakarta, Kamis (10/9/2026), karena tingkat kemiskinan di Bengkulu masih berada di atas rata-rata nasional.
Program ini menjadi tindak lanjut Nota Kesepahaman TNI dan Kemendes PDT melalui program TNI Manunggal Masuk Desa. Kedua pihak telah membentuk Tim Kerja Bersama untuk mematangkan teknis pelaksanaan di lapangan.
Karya Bakti Sasar Infrastruktur Dasar dan Ekonomi Desa
Mendes PDT Yandri Susanto mengatakan, kegiatan di Bengkulu akan mencakup pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, mandi, cuci, kakus (MCK), serta perbaikan rumah. Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Di antaranya pembangunan jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, MCK, perbaikan rumah, hingga penguatan kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Yandri Susanto usai menerima audiensi Panglima Kopassus Djon Afriandi di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Selain pembangunan infrastruktur dasar, Kemendes PDT akan menyelaraskan sejumlah program ke dalam penanganan kawasan di Bengkulu. Program itu meliputi Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi (SEHATI), Desa Tematik, Desa Ekspor, serta Desa Wisata.
Melalui pendekatan terpadu tersebut, pembangunan desa di Bengkulu diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. Pemilihan Bengkulu sebagai lokasi sasaran didasarkan pada kondisi tingkat kemiskinan yang masih berada di atas rata-rata nasional.
Melibatkan Kementerian hingga Pemerintah Daerah
Pelaksanaan program Karya Bakti ini juga dirancang melibatkan sejumlah pihak. Kemendes PDT menyebut kementerian dan lembaga lain, perguruan tinggi, unsur pemuda, serta pemerintah daerah setempat akan turut berpartisipasi dalam pelaksanaan di lapangan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penerjemahan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Dengan melibatkan berbagai unsur, program penanganan kawasan di Bengkulu diharapkan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Penguatan kegiatan ekonomi masyarakat dan pengembangan potensi desa juga menjadi bagian dari agenda yang disiapkan Kemendes PDT dan Kopassus.
Kopassus Pastikan Program Berskala Besar
Panglima Kopassus Letnan Jenderal Djon Afriandi menyampaikan, TNI Angkatan Darat merancang program Karya Bakti di Bengkulu dalam skala besar. Perancangan itu ditujukan agar dampak positif kegiatan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas.
“Program ini bukan untuk kepentingan Kopassus, namun kami melaksanakan perintah dari TNI, khususnya TNI Angkatan Darat melalui Kepala Staf Angkatan Darat yang berusaha untuk melaksanakan program Karya Bakti berskala besar ini benar-benar terasa dan bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” kata Djon di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Djon mengatakan, program tersebut merupakan pelaksanaan perintah TNI, khususnya TNI Angkatan Darat melalui Kepala Staf Angkatan Darat. Karena itu, pelaksanaan Karya Bakti di Bengkulu diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Tim Kerja Bersama Matangkan Pelaksanaan
Sebagai langkah awal, Kemendes PDT dan Kopassus membentuk Tim Kerja Bersama. Tim ini bertugas mematangkan teknis pelaksanaan program di lapangan sebelum kegiatan dimulai pada Oktober 2026.
Pertemuan pembahasan tersebut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Asintel Kopassus Hendriyadi, Dangrup Tiga Kopassus Bram Pramudia, Kasmin Pangkopassus Ananta Prabowo, Perwira Pendamping Arief Wibisono, serta Staf Khusus Pangkopassus dr. Edgard.
Dari Kemendes PDT, turut mendampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Inspektur Jenderal Masyhudi, Direktur Jenderal PEID Tabrani, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Direktur Jenderal PPDT Samsul Widodo, Staf Ahli Sugito dan Bito Wikantosa, serta Staf Khusus Yahdil Abdi Harahap, Fahad Attamimi, dan Andi Rahmah.



















