Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Shell Indonesia resmi membuka Grease Manufacturing Plant atau pabrik manufaktur gemuk di kawasan Marunda, Bekasi, untuk memperkuat kemampuan produksi pelumas di Indonesia. Fasilitas dengan kapasitas hingga 12.000 ton grease per tahun tersebut dibangun sebagai bagian dari investasi Shell dalam memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri di pasar domestik. Pabrik baru itu melengkapi Lubricants Oil Blending Plant yang sebelumnya telah beroperasi di lokasi yang sama, sehingga kemampuan manufaktur Shell di dalam negeri semakin luas.
Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari langkah Shell mendekatkan kapasitas produksinya dengan kebutuhan pelanggan. Perusahaan melihat Indonesia sebagai salah satu pasar penting bagi bisnis pelumas, dengan permintaan yang berasal dari sektor otomotif, transportasi hingga industri berat.
Shell Perkuat Jejak Manufaktur di Indonesia
Executive Vice President of Global Lubricants at Shell Jason Wong mengatakan pembangunan pabrik grease merupakan bagian dari upaya Shell memperkuat jejak manufakturnya di Indonesia. Menurut dia, perkembangan pasar pelumas di dalam negeri menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan kemampuan produksi perusahaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
'Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami dan salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini,' ujar Jason Wong dalam acara peresmian Grease Manufacturing Plant Shell.
Shell menilai kebutuhan pelumas Indonesia terus berkembang seiring permintaan dari beragam sektor. Pabrik grease di Marunda diharapkan dapat memperluas kemampuan manufaktur perusahaan sekaligus membantu Shell melayani kebutuhan pelanggan dengan lebih dekat.
Pembangunan Grease Manufacturing Plant sebelumnya telah diumumkan Shell pada 2024. Fasilitas tersebut dirancang untuk melengkapi Lubricants Oil Blending Plant Marunda yang telah mengalami ekspansi dan kini memiliki kapasitas produksi hingga 300 juta liter pelumas per tahun, meningkat dari kapasitas awal 136 juta liter per tahun.
Pabrik Gunakan Contactor Reactor Technology
Selain kapasitas produksinya, teknologi yang diterapkan menjadi bagian penting dari fasilitas baru tersebut. Shell menggunakan Contactor Reactor Technology yang memungkinkan proses produksi grease dilakukan di dalam wadah tertutup dengan pengendalian tekanan dan temperatur secara lebih konsisten.
Teknologi itu berbeda dibandingkan metode yang umumnya menggunakan wadah terbuka. Melalui proses yang lebih terkontrol, Shell menargetkan grease yang dihasilkan memiliki kualitas konsisten untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di berbagai sektor.
Shell Gadus Diproduksi untuk Berbagai Sektor
Produk yang diproduksi di fasilitas Marunda mencakup lini Shell Gadus. Grease tersebut digunakan untuk kebutuhan pelumasan pada berbagai komponen dan peralatan industri yang membutuhkan perlindungan dan pelumasan pada bagian mekanis.
Penggunaan produk tersebut mencakup sektor pertambangan, konstruksi, manufaktur, pembangkit listrik, transportasi hingga otomotif. Dengan fasilitas produksi di dalam negeri, Shell berharap dapat memberikan layanan lebih cepat kepada pelanggan sekaligus memperkuat rantai pasok produk pelumas di Indonesia.
Kebutuhan Pasar Domestik Menjadi Prioritas
Meski memiliki kapasitas produksi hingga 12.000 ton per tahun, Shell saat ini masih mengarahkan produksi pabrik grease Marunda untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Perusahaan belum menjadikan fasilitas tersebut sebagai pusat ekspor grease untuk kawasan Asia Tenggara.
Senior Vice President Lubricants Asia Pacific Shell Mansi Tripathy menjelaskan bahwa tingginya kebutuhan grease di Indonesia membuat kapasitas produksi baru itu terlebih dahulu diprioritaskan bagi konsumen di dalam negeri. Fokus tersebut sekaligus menunjukkan besarnya peran pasar Indonesia dalam pengembangan bisnis pelumas Shell.
Dengan tambahan fasilitas manufaktur tersebut, Shell berharap distribusi dan layanan kepada pelanggan dapat dilakukan lebih cepat. Produksi lokal juga diharapkan memperkuat rantai pasok pelumas perusahaan untuk memenuhi permintaan berbagai sektor industri.
Grease Tetap Dibutuhkan di Era Kendaraan Listrik
Shell juga melihat penggunaan grease tetap memiliki kebutuhan meskipun industri otomotif mulai memasuki era kendaraan listrik. Grease tidak hanya berkaitan dengan sistem pada mesin pembakaran, tetapi juga digunakan pada berbagai komponen mekanis kendaraan.
Salah satu penggunaannya terdapat pada bearing dan bagian mekanis lainnya yang tetap membutuhkan pelumasan. Karena itu, perubahan teknologi kendaraan tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap grease dalam sektor otomotif.
Peresmian Grease Manufacturing Plant di Marunda menjadi bagian dari pengembangan bisnis pelumas Shell di Indonesia. Dengan kapasitas hingga 12.000 ton per tahun serta dukungan pabrik pelumas yang telah beroperasi di lokasi yang sama, fasilitas baru tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri sekaligus memperkuat kemampuan produksi Shell di pasar dalam negeri.





















