Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Freelander 8 mencatatkan Guinness World Record setelah mencapai ketinggian 6.002,33 meter di atas permukaan laut di wilayah Xizang, China, dalam pengujian pada 22 Agustus 2026. SUV hybrid tersebut melewati rekor sebelumnya yang dicatat BYD Fang Cheng Bao Bao 5 pada ketinggian 5.980,05 meter. Pencapaian itu diperoleh setelah Freelander 8 menaklukkan jalur berbatu dan udara sangat tipis dengan mengandalkan sistem Extended Range Electric Vehicle atau EREV, dua motor listrik, serta penggerak semua roda.
Rekor tersebut menjadi pengujian terhadap kemampuan sistem penggerak Freelander 8 dalam mempertahankan performa ketika kendaraan berada jauh di atas permukaan laut. Tantangan yang dihadapi bukan hanya ketinggian, tetapi juga karakter medan yang menuntut kemampuan menghasilkan dorongan besar pada kecepatan rendah.
Hadapi Udara Tipis dan Jalur Berbatu
Dalam perjalanan menuju titik pencatatan rekor, Freelander 8 harus melewati jalur sepanjang sekitar 1.480 meter dengan kenaikan vertikal mencapai 200 meter. Permukaan jalurnya didominasi bebatuan lepas, kerikil, serta tanah yang tidak beraspal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tantangan semakin berat ketika kendaraan memasuki ketinggian lebih dari 6.000 meter. Pada kondisi tersebut, tekanan udara turun menjadi sekitar 47,2 kPa, sedangkan tekanan parsial oksigen berada kurang dari setengah kondisi yang ditemukan di permukaan laut.
Kondisi udara tipis menjadi tantangan bagi mesin pembakaran internal karena jumlah oksigen yang tersedia jauh lebih rendah. Meski demikian, mesin pada Freelander 8 disebut masih mampu mempertahankan sekitar 80 persen kapasitas pembangkitan selama proses pendakian.
Freelander 8 menggunakan mesin bensin turbocharged empat silinder berkapasitas 1,5 liter sebagai range extender. Mesin ini tidak menjadi sumber utama yang secara langsung menggerakkan roda, melainkan menghasilkan energi untuk mendukung sistem penggerak listrik.
Ketika berada di udara yang lebih tipis, turbocharger harus bekerja lebih keras dalam menjaga suplai udara menuju mesin. Mekanisme tersebut memungkinkan mesin tetap menghasilkan energi meskipun kadar oksigen lebih rendah dibandingkan ketika kendaraan digunakan di permukaan laut.
Sistem EREV Hasilkan Tenaga 818 Hp
Pada sektor penggerak, Freelander 8 menggunakan konfigurasi EREV dengan dua motor listrik dan sistem penggerak semua roda atau AWD. Gabungan kedua motor tersebut menghasilkan tenaga total 610 kW atau sekitar 818 hp.
Motor listrik di bagian depan menghasilkan tenaga 360 kW atau sekitar 483 hp. Sementara itu, motor listrik belakang memiliki keluaran 250 kW atau sekitar 335 hp.
Konfigurasi tersebut membuat sumber tenaga utama pada roda berasal dari motor listrik, sementara mesin bensin berfungsi mendukung penyediaan energi. Sistem ini menjadi bagian penting dari kemampuan Freelander 8 ketika menghadapi medan dengan tanjakan dan kondisi udara ekstrem.
Transmisi Dua Percepatan Dongkrak Torsi
Salah satu komponen yang menunjang kemampuan Freelander 8 di medan berat adalah motor listrik belakang yang dipadukan dengan transmisi reduksi dua percepatan. Pada rasio rendah, sistem tersebut dapat memberikan penggandaan torsi hingga 1,5 kali.
Dengan konfigurasi tersebut, torsi yang diteruskan menuju roda disebut dapat mencapai ekuivalen 8.000 Nm. Cara kerjanya menyerupai penggunaan gigi rendah pada kendaraan off-road konvensional untuk menghasilkan dorongan lebih besar pada kecepatan rendah ketika melewati tanjakan curam.
Pemanfaatan rasio rendah juga membuat motor listrik tidak perlu terus-menerus bekerja pada torsi maksimum. Kondisi tersebut membantu mengurangi beban arus listrik sekaligus panas saat kendaraan digunakan dalam waktu lama pada medan berat.
Berbeda dari sejumlah SUV off-road yang menggunakan konstruksi ladder frame, Freelander 8 mengandalkan konstruksi unibody atau monokok. Sebagai pembanding, BYD Fang Cheng Bao Bao 5 yang sebelumnya memegang rekor menggunakan platform DMO dengan konstruksi ladder frame.
Andalkan Suspensi Udara dan Sembilan Mode Berkendara
Freelander 8 memiliki panjang 5.118 mm dengan jarak sumbu roda 3.040 mm. Untuk menunjang kemampuan melewati berbagai jenis permukaan, SUV ini menggunakan suspensi udara yang dikombinasikan dengan Continuously Variable Damping Control atau CDC.
Sistem tersebut memungkinkan karakter suspensi menyesuaikan kondisi permukaan yang sedang dilalui. Freelander 8 juga dilengkapi Intelligent All-Terrain System atau i-ATS yang menyediakan sembilan mode berkendara untuk menghadapi kondisi berbeda.
Perangkat pendukung lain yang disematkan mencakup virtual central lock dan electronic limited-slip differential pada roda belakang. Pada sektor teknologi bantuan pengemudi, Freelander 8 membawa sistem Huawei Qiankun ADS 5 serta sensor LiDAR yang ditempatkan pada bagian atap.
Freelander 8 telah dipasarkan di China. Pada periode peluncuran terbatas, SUV tersebut ditawarkan dengan harga mulai 289.900 yuan hingga 379.900 yuan. Jika dikonversikan ke rupiah berdasarkan angka dalam bahan sumber, kisaran harganya berada pada sekitar Rp600 jutaan hingga Rp800 jutaan.




















