Headline.co.id, Batu ~ – Museum Angkut di Kota Batu, Jawa Timur, menghadirkan wisata edukasi dan hiburan melalui koleksi lebih dari 300 kendaraan dari berbagai era. Museum yang berdiri pada 9 Maret 2014 itu dikunjungi wisatawan domestik, mancanegara, keluarga, hingga komunitas otomotif. Pengunjung dapat melihat kendaraan darat, laut, dan udara dalam sejumlah zona tematik, sekaligus menikmati pertunjukan drifting, parade kendaraan, dan pertunjukan malam. Konsep tersebut diterapkan untuk mengenalkan perkembangan transportasi dengan cara yang menarik dan tidak kaku.
Salah satu pengunjung, Iqbal, pria 54 tahun asal Palembang, datang bersama keluarganya untuk melihat koleksi kendaraan dan mengabadikan momen di berbagai sudut museum. Menurut dia, kunjungan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan karena menjadi kunjungan pertama bagi anak dan istrinya.
“Anak dan Istri saya merasa senang, karena baru pertama kali ke Museum Angkut, ini sangat memberikan kesan yang sangat mendalam dan akan selalu dikenang,” ujar Iqbal saat ditemui .
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Museum Angkut Hadirkan Lebih dari 300 Koleksi
Guest Relations Officer Museum Angkut, Vicky Andrian, mengatakan museum tersebut berdiri di atas lahan hampir empat hektare, termasuk area parkir. Koleksinya mencakup berbagai jenis alat transportasi yang ditempatkan dalam ruang pamer dengan suasana berbeda.
“Museum ini berdiri di atas lahan hampir empat hektare, termasuk area parkir. Di dalamnya terdapat lebih dari 300 koleksi kendaraan yang mencakup transportasi darat, laut, dan udara,” kata Vicky saat ditemui di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).
Koleksi Museum Angkut meliputi sepeda kuno, mobil klasik, serta kendaraan dari berbagai masa. Salah satu koleksinya adalah kendaraan Amerika buatan 1910. Museum itu juga memamerkan Toyota Yaris yang telah dimodifikasi menjadi kendaraan cabriolet.
Perbedaan usia koleksi tersebut memperlihatkan perkembangan kendaraan dari masa ke masa. Kendaraan yang semula diciptakan untuk membantu mobilitas manusia kemudian menjadi bagian dari sejarah dan menyimpan kenangan.
Untuk memperkuat pengalaman pengunjung, koleksi kendaraan ditempatkan dalam sejumlah zona tematik. Di antaranya Zona Edukasi, Zona Pecinan, Zona Inggris, Zona Gangster, Zona Prancis, dan Zona Hollywood.
Pengunjung tidak hanya melihat kendaraan, tetapi juga menikmati suasana yang dibuat menyerupai berbagai tempat. Gangster Town, Batavia, Paris, hingga London menjadi bagian dari perjalanan wisata di dalam museum.
Perawatan Koleksi Dilakukan secara Bergantian
Museum Angkut berupaya mempertahankan karakter asli sebagian besar koleksinya. Vicky mengatakan sekitar 80 hingga 90 persen kendaraan yang ada masih berfungsi dengan baik. Kondisi asli kendaraan juga tetap dijaga, termasuk bagian tertentu yang mengalami sedikit karat.
Menurut Vicky, pemeliharaan kendaraan dilakukan secara berkala dengan sistem rolling. Cara tersebut membuat perawatan dilakukan secara bergantian karena tidak seluruh kendaraan dioperasikan pada waktu yang sama.
“Perawatan dilakukan secara berkala dengan sistem rolling. Tidak seluruh kendaraan selalu dioperasikan sehingga pemeliharaan dilakukan secara bergantian,” ujar Vicky Andrian.
Perawatan koleksi menghadapi tantangan ketika kendaraan membutuhkan suku cadang tertentu. Beberapa suku cadang harus didatangkan dari luar dan prosesnya dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan. Meski demikian, pemeliharaan tetap dilakukan untuk memastikan koleksi terjaga dan kegiatan museum berjalan.
Konsep Edutainment untuk Berbagai Usia
Selain menghadirkan koleksi kendaraan, Museum Angkut menyelenggarakan pertunjukan untuk membuat suasana kunjungan lebih hidup. Pertunjukan drifting digelar setiap hari pukul 15.00. Pada Sabtu, pengunjung juga dapat menyaksikan parade kendaraan dan pertunjukan malam.
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari konsep edutainment, yakni memadukan edukasi dan hiburan. Vicky mengatakan pendekatan tersebut digunakan agar pengunjung dapat memperoleh pengetahuan tanpa merasa mengikuti pembelajaran yang kaku.
“Kita bukan cuma mengedukasi masyarakat tentang kendaraan, tapi supaya tidak bosan, kita kasih show,” ujar Vicky.
Konsep itu membuat Museum Angkut dapat dinikmati berbagai kelompok usia. Anak-anak dapat mengenal kendaraan dan sejarah transportasi. Orang dewasa dapat melihat koleksi yang mengingatkan pada masa lalu, sementara penggemar otomotif dapat memperhatikan detail kendaraan.
Bagi Iqbal dan keluarganya, zona tematik menjadi salah satu daya tarik kunjungan. Selain digunakan sebagai lokasi berfoto, zona tersebut menghadirkan suasana yang melengkapi pengalaman melihat kendaraan dari berbagai zaman. Parade dan pertunjukan drifting juga menjadi hiburan tambahan bagi pengunjung.
Dikunjungi Wisatawan dan Komunitas Otomotif
Menurut Vicky, Museum Angkut juga dikunjungi wisatawan mancanegara, lain dari Malaysia, Singapura, dan China. Pada hari biasa, jumlah pengunjung disebut mencapai ratusan orang, sedangkan pada akhir pekan dapat mencapai ribuan orang.
Komunitas otomotif dari berbagai daerah juga rutin berkunjung. Hampir setiap hari, Museum Angkut menerima kunjungan komunitas yang ingin melihat lebih dekat koleksi dan sejarah otomotif.
Di balik aktivitas tersebut, sekitar seratus karyawan bekerja di Museum Angkut. Mereka dibantu anak-anak magang untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Sebagian petugas berinteraksi langsung dengan pengunjung, sedangkan lainnya memastikan kendaraan, area museum, dan berbagai kegiatan tetap berjalan.
Museum Angkut juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Kota Batu. Sebagian pengunjung datang melalui paket wisata yang menggabungkan kunjungan ke destinasi lain dalam Jatim Park Group dengan Museum Angkut. Dukungan pemerintah pusat dan daerah turut dilakukan melalui promosi di media sosial dan media pengguna.
Dengan koleksi kendaraan, zona tematik, serta pertunjukan, Museum Angkut tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda transportasi. Museum tersebut menjadi ruang untuk memahami perkembangan kendaraan, mengenal sejarah, dan menciptakan pengalaman bersama keluarga.


















