Headline.co.id, Bogor ~ Arus lalu lintas di jalur fungsional Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) terpantau padat pada H+1 Lebaran. Kepadatan terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat dari Bogor dan Sukabumi menuju kawasan wisata Pantai Pelabuhan Ratu. Pada shift pertama, sebanyak 2.675 kendaraan tercatat melintas di jalur fungsional Bocimi. Kondisi tersebut ditangani petugas dengan menyiagakan kendaraan patroli dan tim urai di sepanjang ruas tol.
Kepala Induk PJR Tol BORR dan Bocimi, Kompol Suwito, mengatakan jalur fungsional Bocimi sesi 3 telah beroperasi selama delapan hari. Dalam periode tersebut, sebanyak 15.078 kendaraan tercatat menggunakan ruas tol fungsional itu.
“Untuk tol Bocimi ini sudah berjalan hari ke-8 dan ke-9 untuk fungsional sesi 3. Dari 8 hari yang terlewati, ada 15.078 kendaraan yang sudah melintasi,” kata Suwito.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Suwito menyebut arus kendaraan menuju Parungkuda terpantau cukup padat. Menurut dia, kepadatan tersebut dipengaruhi tingginya minat masyarakat untuk mengunjungi kawasan wisata Pantai Pelabuhan Ratu.
“Untuk hari ini arus lalu lintas cukup padat. Shift 1 tadi saja sudah 2.675 kendaraan yang melewati tol fungsional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan turut dipengaruhi antusiasme masyarakat dari Bogor dan Sukabumi yang menuju kawasan wisata di wilayah tersebut.
“Untuk arah Parungkuda cukup padat karena di sana ada wisata Pelabuhan Ratu. Jadi antusias masyarakat dari Sukabumi dan Bogor cukup tinggi,” ungkapnya.
Jumlah kendaraan yang melintas selama pengoperasian jalur fungsional Bocimi menunjukkan tingginya penggunaan ruas tersebut. Namun, petugas tetap memberlakukan pengaturan waktu operasional untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
Jalur Bocimi Beroperasi hingga Pukul 17.00 WIB
Jalur fungsional Bocimi diberlakukan secara terbatas setiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Pembatasan itu dilakukan karena kondisi jalan belum dilengkapi penerangan jalan umum.
Suwito mengatakan jalur tersebut ditutup ketika hari mulai gelap. Kebijakan itu diterapkan untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan yang melintas.
“Karena kondisi sudah gelap, belum ada penerangan jalan umum, maka pukul 17.00 WIB kita tutup,” jelasnya.
Dengan adanya pembatasan tersebut, masyarakat yang hendak menggunakan jalur fungsional Bocimi perlu memperhatikan waktu perjalanan. Pengguna jalan juga diimbau menyesuaikan rencana perjalanan dengan jam operasional yang telah ditetapkan petugas.
Petugas Siagakan Tim Urai
Untuk mengantisipasi kepadatan dan gangguan lalu lintas, petugas menyiagakan tim urai di sepanjang jalur fungsional Bocimi. Tim tersebut bertugas melakukan patroli serta menangani hambatan yang terjadi di lapangan.
Suwito mengatakan dua kendaraan dari PJR disiapkan untuk membantu mengurai kepadatan apabila terjadi gangguan. Petugas juga sempat menangani kepadatan sekitar satu kilometer sebelum pintu keluar Karang Tengah.
“Ada dua kendaraan dari PJR untuk mengurai apabila ada gangguan. Tadi sempat terjadi kepadatan sekitar 1 kilometer sebelum keluar Karang Tengah dan langsung ditangani,” katanya.
Penanganan cepat dilakukan agar kepadatan tidak meluas dan arus kendaraan tetap bergerak. Keberadaan petugas di jalur fungsional juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap kondisi lalu lintas selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.
Imbauan bagi Pengguna Jalur Fungsional Bocimi
Kompol Suwito mengimbau masyarakat yang akan melintasi jalur fungsional Bocimi agar memastikan kesiapan kendaraan sebelum berangkat. Pengemudi juga diminta membawa surat-surat kendaraan dan memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima.
“Siapkan kendaraan, lengkapi surat-surat, dan pastikan kondisi pengemudi dalam keadaan prima. Ingat, keluarga menunggu di rumah dengan selamat,” pungkasnya.




















