Headline.co.id, Jakarta ~ Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah memperkirakan kemungkinan dirinya diganti dari jabatan pejabat negara sebelum keputusan pergantian Menteri Keuangan disampaikan kepadanya. Purbaya menyebut peluang dirinya bertahan atau meninggalkan jabatan tersebut ketika itu berada pada kisaran 50-50. Setelah resmi menyerahkan jabatan kepada Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026, ia kini memilih tidak kembali menjadi menteri dan ingin menikmati waktu di rumah.
Purbaya mengatakan dirinya tidak terlalu terkejut setelah tidak lagi menjadi pejabat negara karena kemungkinan pergantian tersebut sudah masuk dalam perhitungannya. Ia mengaku baru mendapatkan pemberitahuan mengenai keputusan itu menjelang pergantian jabatan dilakukan.
Mantan pejabat negara tersebut kini memilih menjalani aktivitas yang lebih sederhana setelah meninggalkan Kementerian Keuangan. Salah satunya adalah kembali memancing ikan mujair dan nila di belakang rumah sekaligus beristirahat dari beban pekerjaan yang selama ini menyita pikirannya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kita sudah hitung-hitung kira-kira 50-50. Tapi baru dikasih tahunya waktu itu,” kata Purbaya usai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemungkinan pergantian Menteri Keuangan bukan sesuatu yang sepenuhnya tidak diperkirakan Purbaya. Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara terperinci kapan mulai memperhitungkan kemungkinan dirinya meninggalkan jabatan tersebut.
Purbaya Tak Terlalu Terkejut dengan Pergantian Menkeu
Purbaya mengaku dapat menerima keputusan pergantian dirinya dari posisi Menteri Keuangan. Menurut dia, keputusan mengenai pengangkatan maupun pemberhentian menteri merupakan hak prerogatif Presiden.
“Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja,” ujar Purbaya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Suahasil menggantikan Purbaya dalam sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Serah terima jabatan Menteri Keuangan selanjutnya digelar di Aula Mezzanine Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026. Prosesi tersebut secara resmi menandai peralihan kepemimpinan dari Purbaya kepada Suahasil.
Purbaya mengatakan keputusan tersebut tidak membuat dirinya terlalu terkejut karena sebelumnya sudah memperkirakan adanya peluang pergantian.
Ia juga memilih tidak mempersoalkan alasan yang berada di balik keputusan Presiden dan menyatakan akan mengikuti keputusan tersebut.
Perombakan Pejabat Kemenkeu Disebut Punya Sebagian Kaitan
Pergantian Purbaya dari posisi Menteri Keuangan berlangsung beberapa hari setelah dilakukan perombakan besar terhadap pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pada Kamis, 10 September 2026, dilakukan perubahan jabatan yang mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada unit organisasi noneselon.
Perubahan tersebut antara lain banyak menyasar jajaran Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Saat ditanya wartawan apakah kebijakan perombakan pejabat tersebut memiliki kaitan dengan pergantian dirinya dari posisi Menteri Keuangan, Purbaya memberikan jawaban singkat.
“Sebagian ada,” kata Purbaya.
Ketika kembali ditanya apakah langkah tersebut menjadi salah satu penyebab dirinya diganti, Purbaya memberikan jawaban serupa.
“Iya, sebagian ya,” ujarnya.
Namun, Purbaya tidak memerinci bagian mana dari kebijakan perombakan itu yang berkaitan dengan keputusan pergantian Menteri Keuangan.
Karena itu, pernyataan Purbaya hanya menunjukkan adanya sebagian keterkaitan dan bukan penegasan bahwa perombakan pejabat menjadi satu-satunya penyebab dirinya diganti.
Purbaya Bantah Kebijakan Kemenkeu Jadi Persoalan
Purbaya juga ditanya mengenai kemungkinan adanya kebijakan yang diambil selama dirinya memimpin Kementerian Keuangan yang memengaruhi keputusan pergantian.
Ia membantah anggapan tersebut.
Menurut Purbaya, kebijakan yang dijalankan Kementerian Keuangan selama dirinya memimpin telah mengikuti arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Enggak ada, kan kebijakan kita ngikutin semua kebijakan presiden, amanlah itu,” ujar Purbaya.
Purbaya kembali menekankan bahwa pergantian dirinya merupakan kewenangan Presiden sehingga ia memilih menerima keputusan tersebut.
Isu Konflik Internal Kemenkeu Muncul, Djaka Membantah
Pergantian Menteri Keuangan turut memunculkan spekulasi mengenai adanya persoalan internal di Kementerian Keuangan.
Salah satu pejabat yang namanya dikaitkan dengan isu tersebut adalah Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama.
Namun, Djaka secara tegas membantah kabar adanya konflik antara dirinya dan Purbaya.
“Kata siapa, lu ngarang-ngarang aja. Enggak bener. Bohong, bohong,” kata Djaka seusai acara serah terima jabatan Menteri Keuangan.
Purbaya sendiri tidak memberikan konfirmasi mengenai spekulasi tersebut. Ketika ditanya mengenai berbagai alasan pergantian dirinya, ia tetap mengarahkan penjelasan kepada kewenangan Presiden dalam menentukan susunan kabinet.
“Hak prerogatif presiden. Kita ikuti saja,” kata Purbaya.
Nasib Ratusan Pejabat Kemenkeu Bisa Ditentukan Menkeu Baru
Pergantian kepemimpinan Kementerian Keuangan juga menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan status para pejabat yang sebelumnya mengalami rotasi.
Purbaya mengatakan Surat Keputusan pengangkatan pejabat tersebut seharusnya masih tetap berlaku.
Namun, menurut dia, Menteri Keuangan yang baru juga mempunyai kewenangan untuk melakukan perubahan kembali apabila diperlukan.
“Harusnya berlaku, tapi kan dia bisa rubah lagi. Masih bisa dirubah lagi, ya suka-suka menteri lah,” ujar Purbaya.
Purbaya sebelumnya menyebut perombakan pejabat dilakukan sebagai bagian dari proses organisasi untuk membangun Kementerian Keuangan yang semakin adaptif dan lebih baik.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto berharap berbagai kebijakan yang dinilai telah berjalan baik pada masa kepemimpinan Purbaya dapat diteruskan di bawah Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Adapun kebijakan yang masih membutuhkan penyempurnaan diharapkan dapat diperbaiki.
“Kebijakan-kebijakan yang sifatnya administrasi perpajakan, tentu kami mohon didukung oleh Pak Sua,” kata Bimo.
Bimo menyebut Direktorat Jenderal Pajak akan tetap berupaya memperluas basis pajak sekaligus meningkatkan kepatuhan perpajakan secara sukarela.
Purbaya Tegaskan Tak Berminat Jadi Menteri Lagi
Setelah meninggalkan jabatan Menteri Keuangan, Purbaya secara terbuka menyatakan tidak berminat kembali menduduki posisi menteri dalam waktu dekat.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali menjadi anggota kabinet pada masa mendatang, Purbaya langsung menutup kemungkinan tersebut.
“Enggak lah. Baru dipecat, masa jadi menteri lagi, mana ada,” ujar Purbaya sambil tertawa.
Ia justru memilih kembali menjalani kegiatan pribadi setelah tidak lagi memegang tanggung jawab sebagai Menteri Keuangan.
Purbaya mengaku ingin pulang dan memancing di belakang rumah.
“Habis ini mau pulang, mancing di belakang rumah,” katanya.
“Mancing ikan mujair, nila,” sambung Purbaya.
Aktivitas sederhana tersebut menjadi pilihan Purbaya setelah sebelumnya menjalani pekerjaan dengan tanggung jawab besar sebagai Menteri Keuangan.
Tak Lagi Jadi Pejabat Negara, Purbaya Mengaku Lebih Tenang
Berakhirnya masa jabatan di Kementerian Keuangan juga membuat Purbaya mengaku dapat menjalani waktu dengan lebih tenang.
Ia mengatakan selama menjadi Menteri Keuangan berbagai pekerjaan dan persoalan yang harus diselesaikan kerap memenuhi pikirannya.
Kondisi tersebut bahkan membuatnya mengalami kesulitan tidur menjelang pergantian jabatan.
Namun, setelah tanggung jawab tersebut diserahkan kepada Suahasil Nazara, Purbaya mengaku merasa lebih lega.
“Lebih happy. Nanti malam bisa tidur tenang. Semalam masih mikir-mikir jadi agak susah tidur, tapi saya yakin besok sudah tenang, aman,” tandas Purbaya.
Pilihan Purbaya untuk sementara tidak kembali menjadi pejabat negara sekaligus menandai babak baru setelah berakhirnya masa kepemimpinannya di Kementerian Keuangan. Setelah sebelumnya mengaku telah memperkirakan peluang pergantian berada pada posisi 50-50, ia kini memilih kembali menikmati kehidupan pribadi, beristirahat, dan memancing di rumah.




















