Headline.co.id, Puncak ~ Headline.co.id, Marc Marquez memenangi MotoGP San Marino pada Minggu dan membawa Ducati Lenovo Team ke puncak klasemen sementara dengan posisi yang kini sama dengan Jorge Martin. Balapan yang berlangsung di Misano itu juga menempatkan Alex Marquez dan Pedro Acosta di podium, sementara Martin finis di posisi kelima. Kemenangan tersebut diraih Marc setelah tampil kuat sejak awal pekan dan mampu mengelola tekanan serta risiko dalam persaingan balapan.
Hasil MotoGP San Marino membuat persaingan perebutan gelar semakin ketat. Marc Marquez memperpanjang catatan impresifnya setelah sebelumnya menempati posisi kedua pada Jumat, mengamankan baris depan pada Sabtu pagi, lalu memenangi Tissot Sprint.
Marc Marquez Kembali Menang di MotoGP San Marino
Marc Marquez tampil konsisten sejak sesi awal hingga balapan utama. Pembalap bernomor 93 itu melanjutkan performa pemecahan rekor dengan mengatasi defisit poin terbesar dalam sejarah, sekaligus menyamai posisi Martin di puncak klasemen kejuaraan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Marc menyebut pengelolaan waktu, tenaga, dan risiko menjadi kunci kemenangannya di Misano. Ia juga mengakui kesalahan Marco Bezzecchi ikut memengaruhi jalannya balapan.
“Sempurna. Tentu saja, ini pekan yang sangat bagus karena saya cepat, tetapi saya juga mengelola waktu dan usaha dengan cara yang tepat. Itu sangat penting untuk hari ini,” kata Marc Marquez.
Menurut Marc, Bezzecchi tampil cepat pada lap pertama. Ia juga mengaku terkejut dengan serangan Jorge Martin, tetapi tetap tenang untuk mengendalikan risiko hingga finis.
“Memang benar kesalahan Marco sangat membantu, dan balapan menjadi berbeda karena saya yakin dia berkendara dengan sangat baik. Pada lap pertama, dia sudah melaju sangat cepat. Kami hanya melakukan yang terbaik. Serangan Jorge memang mengejutkan karena saya tidak menduganya. Namun, kemudian saya tetap tenang dan mengelola risiko,” ujarnya.
Alex Marquez dan Pedro Acosta Lengkapi Podium
Alex Marquez mengakhiri MotoGP San Marino di posisi kedua setelah memulai balapan dari posisi kesembilan. Ia finis hanya 0,657 detik dari Marc dan mengumpulkan total 25 poin pada akhir pekan tersebut setelah sebelumnya menempati posisi kelima dalam Sprint.
Alex dan Gresini juga menggunakan livery khusus untuk memberikan penghormatan kepada Marco Simoncelli. Podium di Misano menjadi momen emosional bagi Alex karena menjadi Grand Prix terakhirnya bersama Gresini di Italia.
“Ini kehormatan besar bisa berada di podium, pertama-tama karena mengenakan warna-warna ini, tetapi terutama bisa berada di podium untuk Simoncelli. Ini akan menjadi GP terakhir saya bersama Gresini di Italia, jadi ada sisi emosional juga,” kata Alex.
Ia mengatakan berusaha tampil konsisten dan mengelola balapan sebaik mungkin. Alex menyebut posisi kedua sebagai hasil yang tidak terduga bagi dirinya dan Gresini.
“Saya hanya mencoba memberikan seratus persen. Saya berusaha untuk benar-benar konsisten dan mengelolanya dengan cara terbaik. Saya sangat senang. Ini podium yang tidak terduga bagi kami, terutama posisi kedua,” ujarnya.
Pedro Acosta finis di posisi ketiga dan meraih podium dalam dua Grand Prix secara beruntun. Pembalap bernomor 37 itu sempat terlibat persaingan dengan Alex pada lap-lap awal sebelum melakukan manuver penentu untuk merebut posisi podium dari Martin.
Acosta mengakui KTM harus bekerja keras menemukan setelan yang nyaman di Misano, terutama saat pengereman. Namun, ia menilai tim berhasil membalikkan keadaan setelah melakukan perbaikan.
“Tidak normal jika saya mengalami kesulitan sebesar ini. Saya kesulitan di titik-titik pengereman sepanjang akhir pekan. Namun, kami berhasil membalikkan keadaan. Kami melakukan pekerjaan yang baik tadi malam,” tutur Acosta.
“Pada akhirnya, kami bertarung dengan Ducati dan Aprilia. Untuk itu, kami harus senang,” lanjutnya.
Bezzecchi Gagal Raih Poin, Martin Terkendala Arm Pump
Marco Bezzecchi mengalami akhir pekan yang mengecewakan setelah terjatuh di Tikungan 13 dan gagal mencetak poin pada Minggu. Padahal, pembalap Aprilia Racing itu mengawali balapan dari pole position dan sebelumnya meraih sembilan poin berkat finis kedua pada Sprint.
Bezzecchi menjelaskan dirinya kehilangan bagian depan motor saat melakukan pengereman dengan tangki bahan bakar penuh. Ia menyebut getaran di bagian cepat membuatnya tidak menutup jalur secara sempurna.
“Sayangnya, semuanya berjalan baik, tetapi saya melakukan kesalahan di Tikungan 13 dan kehilangan bagian depan,” ujar Bezzecchi.
“Ini sulit. Namun, pada akhirnya kami tidak bisa kembali ke masa lalu. Jadi, kami akan bekerja keras. Untungnya, Austria segera digelar. Kami akan pulang, mencoba mengatur ulang, berlatih di gym, lalu menuju Spielberg,” katanya.
Sementara itu, Jorge Martin meninggalkan Misano dengan posisi yang sama dengan Marc Marquez di klasemen. Sebelum akhir pekan dimulai, Martin memiliki keunggulan 19 poin atas Marc dalam persaingan gelar.
Martin mengatakan masalah arm pump mengganggu performanya dalam balapan. Ia sempat memimpin dan merasa mampu menjaga kecepatan, tetapi masalah tersebut memburuk hingga membuatnya kesulitan mengendalikan motor.
“Saya mengalami masalah besar dengan arm pump. Ini sangat disayangkan; saya pikir kami kehilangan peluang besar hari ini,” kata Martin.
“Saya merasa sangat baik. Saya memulai dengan cara yang bagus. Saya pikir Marc akan menjauh, tetapi kemudian saya bisa mengejarnya dan memimpin. Setelah itu, saya bahkan sempat menjauh. Namun, kemudian saya mulai mengalami masalah saat pengereman, lalu ketika membuka gas, dan kondisinya semakin buruk setiap lap,” ujarnya.
Bagnaia Akhiri Balapan Tanpa Poin
Francesco Bagnaia juga menjalani akhir pekan yang buruk di Misano. Setelah tersingkir pada Q1 dan harus memulai balapan dari posisi ke-14, pembalap Ducati Lenovo Team itu finis di posisi ke-13 pada Sprint sebelum terjatuh dalam balapan utama.
Bagnaia kehilangan kendali di Tikungan 2 saat berusaha membawa kecepatan lebih tinggi. Ia menyebut hasil tersebut sebagai akhir pekan yang buruk dan mengatakan tim perlu bekerja dengan kondisi yang ada.
“Saya berusaha. Saya memiliki start yang lebih baik dibandingkan Sabtu dan mencoba mengikuti Diggia setelah Frankie menjalani Long Lap. Namun, ketika mencoba membawa sedikit lebih banyak kecepatan di Tikungan 2, saya kembali kehilangan bagian depan,” kata Bagnaia.
“Sayangnya, terjadi kecelakaan lagi dan akhir pekan yang buruk lagi. Namun, situasinya seperti ini dan kami harus bekerja dengan apa yang kami miliki,” ujarnya.




















