Headline.co.id, Kubu Raya ~ Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menyiapkan Waduk Taman Makam Pahlawan (TMP) di Sungai Raya sebagai sumber air alternatif bagi masyarakat selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan meningkatnya kebutuhan air warga apabila kemarau berlangsung lebih panjang. Air dari waduk tersebut akan diolah terlebih dahulu menggunakan unit pengolahan air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan air dari Waduk TMP telah menjalani pengujian laboratorium dan dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan atau water treatment. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga menyiapkan proses pendalaman waduk dengan dukungan ekskavator dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I.
Waduk TMP Disiapkan untuk Pengolahan Air
Waduk TMP dipersiapkan sebagai sumber air baku yang tidak langsung disalurkan kepada warga. Setelah proses pendalaman waduk selesai, Pemkab Kubu Raya berencana menyiapkan unit pengolahan air bergerak untuk memastikan air dapat diolah sebelum didistribusikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sujiwo menyebut penyediaan sumber air alternatif tersebut merupakan bagian dari mitigasi untuk menghadapi kemungkinan kondisi terburuk akibat kemarau. Menurut dia, ketersediaan sumber air baku untuk kebutuhan air minum di Kubu Raya masih aman hingga saat ini.
“Kalau untuk Kubu Raya, sumber baku air minum sampai saat ini masih sangat aman. Ini salah satu mitigasi ketika terjadi kondisi yang terburuk,” kata Sujiwo, Minggu (13/9/2026).
Pengujian laboratorium menjadi dasar bahwa air Waduk TMP dapat dimanfaatkan, dengan catatan harus melalui proses pengolahan. Skema tersebut disiapkan agar waduk dapat berfungsi sebagai sumber air baku tambahan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
Empat Sumber Air Disiapkan
Pemkab Kubu Raya tidak hanya mengandalkan Waduk TMP. Pemerintah juga menyiapkan dua waduk di kawasan Pasgat serta satu lokasi di kawasan Hose sebagai sumber air cadangan.
Penyiapan beberapa lokasi dilakukan agar pemenuhan kebutuhan air masyarakat tidak bergantung pada satu sumber. Dengan demikian, pemerintah memiliki alternatif apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama atau kebutuhan air warga meningkat.
Sujiwo mengapresiasi BWS Kalimantan I yang mengirimkan ekskavator untuk membantu proses pendalaman Waduk TMP. Pendalaman tersebut menjadi salah satu tahapan yang perlu dilakukan sebelum pemerintah menyiapkan unit pengolahan air bergerak.
Pemkab Kubu Raya menyebut langkah mitigasi itu ditujukan untuk menjaga ketersediaan air minum dan air bersih bagi masyarakat. Pemerintah menyiapkan sumber air alternatif di tengah kondisi kemarau yang berpotensi memicu kekeringan.
Warga Diminta Tidak Panik
Sujiwo meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi kemarau. Ia mengajak pemerintah, TNI, Polri, serta masyarakat bergotong royong menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kekeringan.
Menurutnya, ketersediaan air minum dan air bersih perlu dijaga bersama agar kondisi kemarau tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar bagi masyarakat.
“Jangan sampai terjadi tragedi kemanusiaan karena masyarakat tidak mendapatkan air minum dan air bersih,” tegas Sujiwo.
Langkah penyiapan Waduk TMP dan sejumlah sumber air lainnya dilakukan ketika kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya. Karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan berbagai unsur untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.
















