Headline.co.id, Gorontalo ~ Balai Perlindungan Tanaman Pertanian (Balintan) Provinsi Gorontalo memperkuat kapasitas penyuluh pertanian Kabupaten Bone Bolango untuk meningkatkan deteksi dan penyampaian informasi terkait Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Penguatan tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Kabupaten Bone Bolango dalam Pengendalian OPT di Bone Bolango, Sabtu (12/9/2026).
Kepala Balintan Provinsi Gorontalo Abdul Wahid Lahay mengatakan peningkatan kapasitas penyuluh pertanian diperlukan agar informasi mengenai OPT dapat lebih cepat diterima petani. Upaya itu dilakukan melalui sinergi penyuluh dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk mempercepat respons terhadap gangguan tanaman serta menjaga keamanan produksi.
Kapasitas Penyuluh Diperkuat untuk Deteksi OPT
Abdul Wahid menjelaskan, penyuluh memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani. Namun, penguatan kapasitas penyuluh bukan dimaksudkan untuk menggantikan fungsi POPT.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Penyuluh memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada petani. Penguatan penyuluh bukan untuk menggantikan fungsi Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT),” kata Abdul Wahid Lahay.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Wahid dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Penyuluh Pertanian Bone Bolango. Menurut dia, peningkatan pengetahuan penyuluh mengenai OPT diharapkan dapat memperluas jangkauan deteksi di lapangan.
Dengan pengetahuan dan kapasitas yang lebih baik, penyuluh diharapkan mampu memberikan informasi mengenai OPT secara lebih cepat. Kolaborasi penyuluh dan POPT juga diharapkan menghasilkan respons yang cepat sehingga pengamanan produksi pertanian dapat tercapai.
Dukung Program Pertanian Modern
Peningkatan kapasitas penyuluh pertanian tersebut dilaksanakan untuk mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya Pertanian Modern Agroculture Advance System (PMAAS).
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mendampingi petani. Pendampingan tersebut terutama diarahkan untuk menghadapi berbagai permasalahan OPT dalam pengawalan program PMAAS.
Penguatan kapasitas ini menempatkan pengelolaan OPT sebagai salah satu aspek penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. Penyuluh mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengendalian OPT selama kegiatan berlangsung.
Diikuti 110 Penyuluh Bone Bolango
Kegiatan penguatan kapasitas tersebut diikuti seluruh penyuluh pertanian Bone Bolango. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan itu mencapai 110 orang.
Materi dalam kegiatan disampaikan Haira Mappa dengan topik “Strategi Penguatan Kapasitas Penyuluh Pertanian dalam Pengendalian OPT Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian, khususnya PM-AAS”.
Selain materi mengenai strategi penguatan kapasitas, peserta juga memperoleh pemahaman tentang penerapan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Penerapan prinsip tersebut mengutamakan tindakan pengendalian yang cepat dan tepat dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem pertanian.
Melalui kegiatan ini, peningkatan kapasitas penyuluh pertanian diharapkan memperkuat pendampingan kepada petani dalam menghadapi OPT. Sinergi penyuluh dan POPT menjadi bagian dari upaya mempercepat penyampaian informasi serta mendukung pengamanan produksi pertanian di Bone Bolango.














