Headline.co.id, Gorontalo ~ Hulonthalo Art & Craft Festival atau Harfest 2026 kembali digelar di Grand Palace Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Pemerintah dan Dekranasda Provinsi Gorontalo itu melibatkan 165 unit UMKM. Harfest 2026 digelar untuk mendorong keberlanjutan pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, karnaval, dan inovasi produk UMKM Gorontalo. Gelaran tersebut berlangsung selama tiga hari, 11 hingga 13 September 2026.
Harfest 2026 mengusung tema “Harmoni Kreativitas Menyulam Warisan dan Meningkatkan Daya Saing UMKM Gorontalo”. Tema itu menjadi penanda arah kegiatan yang tidak hanya menampilkan produk lokal, tetapi juga memperkuat keterkaitan warisan budaya, kreativitas, dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah di Gorontalo.
Jumlah UMKM di Harfest 2026 Meningkat
Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, jumlah UMKM yang berpartisipasi dalam Harfest 2026 meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah UMKM yang terlibat tercatat sebanyak 135 unit, sedangkan tahun ini mencapai 165 unit.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Produk yang ditampilkan mencakup wastra warisan budaya Gorontalo, olahan pangan, dan berbagai kerajinan khas daerah. Ragam produk tersebut menjadi bagian dari upaya menampilkan potensi UMKM Gorontalo dalam satu gelaran yang menggabungkan unsur seni, kerajinan, budaya, dan ekonomi kreatif.
Selain menampilkan produk UMKM, Bank Indonesia dan Dekranasda Provinsi Gorontalo memperkenalkan kain tenun karawo. Kain tersebut menjadi salah satu produk yang disorot dalam Harfest 2026 karena memadukan kain tenun dan karawo.
“Tahun ini kami bekerja sama dengan Dekranasda memperkenalkan kain tenun Gorontalo. Ciri khasnya ada pada perpaduan kain tenun dan karawo,” kata Kepala BI Perwakilan Gorontalo, Bambang Satya Permana.
Nama HACF Diubah Menjadi Harfest
Hulonthalo Art & Craft Festival telah dilaksanakan sejak 2020. Pada awalnya, kegiatan tahunan tersebut dikenal dengan akronim HACF. Tahun ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah dan Dekranasda Provinsi Gorontalo mengubah nama kegiatan menjadi Harfest.
Perubahan nama itu diarahkan untuk mendorong agar pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, kuliner, karnaval, serta inovasi produk UMKM Gorontalo dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan cakupan tersebut, Harfest menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan kekayaan budaya daerah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan serupa ke depan perlu memberikan ruang lebih besar bagi dunia usaha. Pemerintah, menurut dia, tetap berperan dengan memberikan panduan, sementara dunia usaha diharapkan tampil di depan.
“Tahun depan dunia usaha yang harus tampil di depan untuk kegiatan seperti ini, pemerintah memandunya dari belakang. Dengan begitu akan terjadi transaksi bisnis yang sepenuhnya didasarkan pada permintaan pasar dan ketersediaan suplai,” kata Gusnar saat membuka Harfest 2026.
Harfest Berlangsung hingga 13 September
Harfest 2026 berlangsung pada 11 hingga 13 September 2026. Pembukaan kegiatan di Grand Palace Convention Center dihadiri Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Restog Krisna Kusuma, dan Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan.
Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pemerintah kabupaten dan kota, serta mitra strategis Bank Indonesia. Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Harfest yang mempertemukan unsur pemerintah, perbankan, pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan terkait.
Melalui Harfest 2026, produk UMKM Gorontalo ditampilkan bersama unsur warisan budaya dan kreativitas daerah. Peningkatan jumlah peserta dari 135 UMKM pada 2025 menjadi 165 UMKM pada 2026 menjadi salah satu catatan dalam pelaksanaan festival tahun ini.


















