SLEMAN – SMP Muhammadiyah 1 Godean memperkuat gerakan zero waste dengan melibatkan pelajar dalam pemilahan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekolah, Jumat (11/9/2026). Program ini dilakukan sebagai persiapan menuju penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Sleman. Para siswa membawa tempat makan dan tumbler sendiri, memilah sampah dari ruang kelas, serta mengaktifkan kembali bank sampah sekolah untuk menekan timbulan sampah plastik sekali pakai.
Gerakan zero waste tersebut diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari yang melibatkan seluruh warga sekolah. Sampah dari setiap ruang kelas dikelompokkan ke dalam wadah organik, anorganik, dan residu.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Zero Waste Dibangun melalui Kebiasaan Harian
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Godean Ovayagori Rahman mengatakan, program penataan lingkungan itu dirancang untuk membentuk karakter dan pola hidup bersih. Penerapan tata kelola sampah secara mandiri juga mendapat dukungan dari orang tua murid.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Tata kelola sampah secara mandiri ini harus menjadi budaya sehari-hari,” tegas Ovayagori.
Menurut dia, gerakan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan sekolah. Program itu juga diarahkan untuk membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui praktik yang dilakukan secara rutin.
Pelajar Praktikkan Pengelolaan Bank Sampah
Guru Penggerak Adiwiyata SMP Muhammadiyah 1 Godean Sri Suprihatin Handayani menjelaskan, keterlibatan siswa diperkuat melalui pengaktifan kembali bank sampah sekolah.
Setiap pekan, para pelajar mempraktikkan proses memilah, menimbang, dan mencatat tabungan sampah daur ulang. Sampah yang dikelola lain kertas dan botol plastik.
Kegiatan tersebut membuat siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan hingga pencatatan hasilnya. Dengan demikian, pengelolaan sampah menjadi bagian dari aktivitas pendidikan berbasis lingkungan di sekolah.
Hasil Penjualan Sampah untuk Kegiatan Lingkungan
Hasil penjualan sampah terpilah dialokasikan kembali untuk mendanai berbagai kegiatan lingkungan hidup di sekolah. Pemanfaatannya meliputi pengolahan sisa makanan kantin menjadi kompos, penanaman Tanaman Obat Keluarga atau TOGA, dan penghijauan area sekolah.
Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung pelaksanaan lomba kebersihan kelas. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan siswa dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan sekolah.
Melalui integrasi kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, dan partisipasi aktif siswa, SMP Muhammadiyah 1 Godean optimistis dapat mewujudkan kawasan sekolah yang bersih, asri, dan ramah lingkungan secara berkelanjutan.



















