Headline.co.id, Bone ~
Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo mengalahkan Bone Bolango dengan skor 3-1 dalam laga perdana Gala Siswa Indonesia (GSI) 2026 di Lapangan Kampus III Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Kamis (10/9/2026). Pertandingan tersebut menjadi bagian dari kompetisi sepak bola tingkat SMP yang mempertemukan dua kabupaten di Provinsi Gorontalo. Kabupaten Gorontalo meraih kemenangan melalui dua gol Fitran Momoloto dan satu gol Abdul Radjiq Hamzah, sedangkan Bone Bolango membalas lewat Mohamad Dzaki. Kompetisi digelar untuk menumbuhkan bakat sepak bola pelajar melalui ajang yang berlangsung secara berjenjang.
GSI Gorontalo Langsung Memasuki Babak Final
Kompetisi GSI Gorontalo tahun ini hanya diikuti oleh tim Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Karena hanya terdapat dua peserta, kedua tim secara otomatis langsung ditempatkan di babak final.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
GSI merupakan kompetisi sepak bola tingkat SMP yang rutin diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, hingga nasional.
Pertandingan Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo diselenggarakan dengan sistem kandang dan tandang. Pada laga pagi, Bone Bolango bertindak sebagai tuan rumah. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo menjadi tuan rumah pada pertandingan sore di hari yang sama.
Kabupaten Gorontalo Unggul pada Laga Perdana
Dalam laga perdana, Kabupaten Gorontalo tampil sebagai pemenang setelah mengakhiri pertandingan dengan skor 3-1. Dua gol Kabupaten Gorontalo dicetak Fitran Momoloto pada menit ke-28 dan ke-29 babak pertama.
Kabupaten Gorontalo kembali mencetak gol pada babak kedua. Abdul Radjiq Hamzah menambah keunggulan timnya pada menit ke-32.
Bone Bolango kemudian mencetak satu gol balasan melalui Mohamad Dzaki pada menit ke-49 babak kedua. Namun, gol tersebut belum mampu mengubah hasil pertandingan dan Kabupaten Gorontalo tetap unggul 3-1.
Sekda Gorontalo Dorong Kompetisi Berkelanjutan
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menyambut baik penyelenggaraan GSI 2026. Ia menilai daerah memiliki potensi pesepak bola yang besar, tetapi bakat tersebut membutuhkan kompetisi yang konsisten agar dapat berkembang.
“Kita memiliki banyak potensi, kompetelisi ini menjadi wadah untuk menumbuhkan bakat dan minat serta mencari bibit-bibit baru pesepak bola,” kata Sofian.
Menurut Sofian, penyelenggaraan kompetisi seperti GSI dapat menjadi ruang pembinaan bagi pelajar sekaligus sarana untuk menemukan bibit sepak bola dari daerah. Ia mengatakan, pembinaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar potensi yang dimiliki anak-anak Gorontalo dapat terasah.
Sofian juga mengajak Gorontalo mencontoh Tanjung Verde yang disebutnya mampu menjadi kontestan Piala Dunia 2026 meskipun memiliki jumlah penduduk dan luas wilayah yang kecil.
“Tanjung Verde itu penduduknya tidak lebih banyak dari Kabupaten Gorontalo, hanya sekitar 400 ribu orang. Luasnya juga hanya 4000 kilometer persegi tapi tim sepak bolanya luar biasa. Melalui GSI ini kita berkomitmeNnuntuk mencari bibit sepak bola yang handal,” imbuhnya.
Kompetisi Diorganisasi Dinas Pendidikan
Kompetisi GSI Gorontalo tersebut diorganisasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sudarman Samad bersama jajaran. Sistem kandang dan tandang diterapkan dalam pertandingan yang mempertemukan Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.
Kemenangan 3-1 pada laga perdana membuat Kabupaten Gorontalo mengungguli Bone Bolango dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Kampus III UNG. Adapun GSI tetap menjadi bagian dari jalur kompetisi berjenjang yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikdasmen hingga tingkat nasional.



















