Headline.co.id, Batang ~
PEMERINTAH Kabupaten Batang masuk 14 besar nasional dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional (ProSN) Semester II Tahun 2026. Capaian itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang Bagus Pambudi dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan (Rakorpok) Triwulan II Tahun 2026 di Aula Bupati Batang, Kabupaten Batang, Kamis (10/9/2026). Batang memperoleh nilai 90,83 dari penilaian terhadap 546 pemerintah daerah di Indonesia dan masuk kategori “Tinggi”.
Menurut Bagus, hasil tersebut menunjukkan kinerja Pemkab Batang dalam menjalankan program nasional yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Capaian itu diraih melalui proses perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan program yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan di daerah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
ProSN Batang Berada di Peringkat Ke-14 Nasional
Nilai Batang hanya terpaut 1,11 poin dari Kabupaten Nganjuk yang meraih skor tertinggi nasional, yakni 91,94. Dengan nilai 90,83, Kabupaten Batang menempati peringkat ke-14 nasional dalam pelaksanaan ProSN Semester II Tahun 2026.
“Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam memastikan program-program strategis nasional dapat dilaksanakan di daerah. Prestasi pencapaian yang luar biasa bagi Pemkab Batang. Kami bangga dan bersyukur atas kerja keras semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ProSN,” jelas Bagus.
Selain penilaian ProSN, capaian kinerja pelaksanaan program Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Batang hingga Triwulan II Tahun 2026 juga masuk kriteria Tinggi. Rata-rata capaian kinerja program tercatat 87,19 persen.
Bagus menyebut sebanyak 185 indikator kinerja atau sekitar 74 persen telah mencapai kategori Sangat Tinggi. Dari total 44 perangkat daerah yang dievaluasi, 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masuk kriteria kinerja Sangat Tinggi, sedangkan 16 OPD berada pada kriteria Tinggi.
Pertumbuhan Ekonomi Batang Capai 8,38 Persen
Kinerja pembangunan Kabupaten Batang juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2026. Bagus menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Batang mencapai 8,38 persen.
Angka tersebut melampaui target daerah yang ditetapkan pada kisaran 6,35 hingga 6,50 persen. Pertumbuhan ekonomi Batang juga berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang tercatat sebesar 5,65 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada Triwulan II Tahun 2026 mencatatkan rekor positif dengan mencapai 8,38 persen. Angka ini tidak hanya melampaui target daerah yang ditetapkan pada kisaran 6,35 hingga 6,50 persen, tetapi juga berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang tercatat sebesar 5,65 persen,” ungkapnya.
Sinergi Pemerintah Daerah Jadi Faktor Pendukung
Bagus mengatakan keberhasilan Pemkab Batang dalam pelaksanaan ProSN tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa.
Ia menilai konsistensi dalam setiap tahapan pelaksanaan program menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pencapaian tersebut. Evaluasi itu juga dinilai tidak hanya menggambarkan pencapaian administratif, tetapi menunjukkan kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan.
“Konsistensi dalam tahapan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan program menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian tersebut. Peringkat yang diraih bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi menjadi gambaran kinerja pemerintah daerah dalam melaksanakan program pembangunan. Peringkat 14 ini bukan hanya sebuah angka, tapi merupakan cerminan dari dedikasi kami dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Batang,” imbuhnya.
Hasil Evaluasi Jadi Bahan Pembelajaran
Bagus menyebut capaian tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemkab Batang untuk meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan. Berdasarkan sumber data yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut, penilaian ProSN merupakan hasil pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program di daerah.
Hasil evaluasi itu juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan dokumentasi praktik baik yang dapat direplikasi atau dikembangkan untuk memperkuat pelaksanaan program strategis nasional di daerah lain.
“Hasil evaluasi tersebut juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan dokumentasi praktik baik yang dapat direplikasi maupun dikembangkan untuk memperkuat pelaksanaan program strategis nasional di daerah lain. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pelaksanaan program-program pembangunan ke depan,” tandasnya.
Pemkab Batang berharap capaian tersebut menjadi pemacu bagi seluruh perangkat daerah untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.



















