Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ JAC Motor menawarkan kendaraan listrik JAC T9 Trekker untuk mendukung kebutuhan operasional industri pertambangan di Indonesia dengan menonjolkan efisiensi biaya dan pengurangan emisi. Kendaraan double cab 4×4 full electric itu diperkenalkan dalam gelaran Mining Expo 2026 di Jakarta sebagai bagian dari strategi JAC menghadirkan lini New Energy Vehicle untuk sektor komersial. JAC mengklaim penggunaan T9 Trekker dapat menekan Total Cost of Ownership hingga lebih dari 70 persen dibandingkan kendaraan sejenis bermesin pembakaran internal, sekaligus membantu perusahaan mengurangi emisi dari aktivitas operasional.
Indonesia menjadi salah satu pasar yang dinilai strategis oleh JAC Motor karena memiliki perekonomian yang dinamis di kawasan Asia dan berperan penting dalam industri pertambangan global. Potensi tersebut mendorong perusahaan memperkuat kehadirannya dengan membawa Light Truck BEV dan JAC T9 Trekker untuk mendukung transformasi operasional menuju penggunaan kendaraan yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.
TCO JAC T9 Trekker Diklaim Lebih Rendah
JAC T9 Trekker merupakan double cab 4×4 bertenaga listrik penuh yang dikembangkan untuk menghadapi kebutuhan penggunaan di berbagai medan. Untuk sektor pertambangan, kendaraan ini tidak hanya mengandalkan kemampuan menghadapi medan operasional, tetapi juga diposisikan sebagai solusi bagi perusahaan yang ingin meningkatkan efisiensi sekaligus memenuhi kebutuhan Environmental, Social, and Governance.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Salah satu aspek yang ditawarkan adalah biaya kepemilikan kendaraan. JAC mengklaim Total Cost of Ownership atau TCO T9 Trekker dapat lebih rendah hingga lebih dari 70 persen apabila dibandingkan dengan double cab yang menggunakan mesin Internal Combustion Engine atau ICE.
Potensi efisiensi tersebut menjadi salah satu pertimbangan bagi kegiatan pertambangan yang membutuhkan kendaraan dalam jumlah besar dengan intensitas pemakaian tinggi. Penurunan biaya kepemilikan dan operasional karena itu menjadi bagian utama dari pendekatan JAC dalam menawarkan kendaraan listrik untuk segmen industri.
'Mobil JAC siap untuk industri pertambangan di Indonesia dengan konsep ramah lingkungan,' ujar CEO JAC Motors, Reggie Kurnia.
Penggunaan Kendaraan Listrik Berpotensi Kurangi Emisi
Selain menawarkan potensi penghematan biaya, JAC juga menyoroti manfaat kendaraan listrik dalam mengurangi emisi. Perusahaan menyebut satu unit T9 Trekker berpotensi menghemat lebih dari 7,5 ton emisi karbon.
Pengurangan emisi tersebut dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan pertambangan yang berupaya menjalankan kegiatan operasional secara lebih berkelanjutan. JAC juga menyebut penghematan emisi berpotensi membuka peluang bagi perusahaan untuk memperoleh manfaat dari skema carbon credit.
Kombinasi antara efisiensi biaya dan pengurangan emisi membuat kendaraan listrik diposisikan sebagai salah satu alternatif bagi perusahaan yang mulai melakukan elektrifikasi armada. Pendekatan tersebut sejalan dengan tuntutan industri pertambangan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan aspek keberlanjutan.
Empat Faktor Kendaraan Listrik untuk Pertambangan
Technical & After Sales Division Head Indomobil JAC Edo Dwi Putro menjelaskan terdapat empat faktor utama yang mendasari relevansi kendaraan listrik untuk sektor pertambangan Indonesia. Empat faktor tersebut adalah Fuel Scarcity, Lower TCO, Bigger Power, dan No Emission.
Fuel Scarcity berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar, sedangkan Lower TCO mengacu pada peluang penurunan biaya kepemilikan dan operasional kendaraan. Bigger Power menyoroti kemampuan kendaraan listrik menyediakan tenaga yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan operasional.
Sementara itu, faktor No Emission menjadi salah satu karakteristik kendaraan listrik karena tidak menghasilkan emisi gas buang ketika digunakan. Keempat faktor tersebut dinilai semakin relevan ketika industri pertambangan dituntut meningkatkan efisiensi sekaligus menjalankan kegiatan usaha dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan.
JAC Bawa Dua Kendaraan Energi Baru ke Indonesia
Selain T9 Trekker, JAC Motor membawa Light Truck BEV sebagai kendaraan niaga ringan yang menggunakan sumber tenaga baterai murni. JAC menyebut truk listrik tersebut telah terdistribusi lebih dari 100.000 unit di berbagai negara dan digunakan oleh sejumlah perusahaan global, termasuk DHL dan IKEA.
Untuk T9 Trekker, JAC menyatakan platform kendaraan tersebut dikembangkan dengan investasi penelitian dan pengembangan lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Secara global, basis produk tersebut juga disebut telah membukukan penjualan lebih dari 500.000 unit dalam kurun 10 tahun terakhir.
Kehadiran kedua kendaraan tersebut menunjukkan strategi JAC untuk memperluas elektrifikasi kendaraan komersial, tidak hanya pada penggunaan kendaraan penumpang. Sektor pertambangan menjadi salah satu segmen yang dibidik karena memiliki kebutuhan kendaraan operasional dengan intensitas penggunaan tinggi.
Harga Promo JAC T9 Trekker di Mining Indonesia 2026
Untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di sektor industri, JAC Motor menghadirkan penawaran khusus selama gelaran Mining Indonesia 2026. JAC T9 Trekker yang sebelumnya dibanderol Rp888 juta ditawarkan dengan harga promo Rp868 juta.
Dengan kemampuan 4×4, tenaga listrik, potensi penurunan TCO, serta pengurangan emisi, T9 Trekker diposisikan sebagai salah satu pilihan kendaraan operasional bagi perusahaan yang mulai beralih menuju elektrifikasi armada.
Melalui Light Truck BEV dan T9 Trekker, JAC Motor berharap kendaraan energi baru dapat menjadi bagian dari transformasi industri pertambangan di Indonesia menuju sistem transportasi dan operasional yang lebih efisien, berteknologi tinggi, dan mendukung target keberlanjutan perusahaan.





















