Headline.co.id, Jakarta ~ 3 September 2026 – Dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di kancah internasional, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memetakan potensi dan ekosistem wisata wellness. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, mengungkapkan hal ini dalam Rapat Koordinasi dan Identifikasi Peluang Pengembangan Wisata Wellness Indonesia yang berlangsung di Ruang Belajar Alex Tilaar, Jakarta.
Rizki Handayani menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, serta asosiasi terkait seperti Asosiasi SPA Indonesia (ASPI) dan Bali Spa & Wellness Association (BSWA). Menurutnya, industri wellness memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan pariwisata Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpar menjadikan wisata wellness sebagai program unggulan yang memerlukan ekosistem komprehensif dan terintegrasi.
Sebagai langkah awal, Kemenpar sedang menyusun katalog usaha wellness Indonesia yang akan diintegrasikan ke dalam basis data Indonesia Travel. Katalog ini bertujuan untuk memudahkan wisatawan dalam mendapatkan informasi akurat mengenai produk dan layanan wellness di berbagai daerah. Rizki mengharapkan dukungan aktif dari pelaku usaha dalam setiap tahapan program ini, termasuk dalam proses pemetaan, survei lapangan, dan penyusunan katalog.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan Kemenpar, Hanifah, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para pemangku kepentingan dalam proses pemetaan ini. Ia mengajak semua pihak untuk terus mengawal pengembangan usaha wisata wellness secara konsisten. Hanifah berharap kolaborasi ini dapat membangun ekosistem yang kuat dan saling terhubung, sehingga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.





















