Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) telah mengintensifkan penanganan darurat untuk mengatasi dampak El Nino yang menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 7 September 2026, sebanyak 2.200 lokasi telah ditangani, mencakup permukiman, daerah irigasi dan sawah, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan ini menyelamatkan sawah seluas 53.052 hektare, mendistribusikan 14,1 juta liter air bersih untuk 857.725 jiwa, dan memadamkan titik karhutla di 283 lokasi.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan pentingnya menjaga ketersediaan air sebagai kebutuhan dasar, terutama di tengah tantangan kekeringan. “Air adalah fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan, sehingga harus ada penanganan cepat dan terpadu untuk menjaga kebutuhan air masyarakat dan produktivitas pertanian,” tegas Dody dalam keterangannya di Jakarta.
Dari 2.200 lokasi, 1.677 di antaranya adalah permukiman, 240 daerah irigasi atau sawah, dan 283 untuk karhutla. Upaya dilakukan termasuk pemompaan air ke sawah di 104 lokasi dan normalisasi saluran irigasi di 21 lokasi. Penanganan lainnya meliputi distribusi air bersih di 1.629 lokasi permukiman dan pemadaman karhutla di 283 lokasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
**Ketersediaan Air Terjaga di Lahan Pertanian**
Kementerian PU berfokus menjaga ketersediaan air untuk sawah, lain melalui pemompaan air sungai, normalisasi saluran, serta pemasangan sandbag dan pipa untuk pengaturan pola giliran air. Upaya ini dilakukan di 112 lokasi demi mempertahankan pasokan air ke lahan pertanian.
**Distribusi Air Bersih di Permukiman**
Untuk permukiman, distribusi air bersih dilakukan ke 1.629 lokasi, sementara sembilan lokasi dibangun sumur bor. Ini memastikan 857.725 jiwa mendapatkan akses air bersih, dengan total distribusi yang telah mencapai 14.109.231 liter.
**Pengendalian Karhutla untuk Lindungi Hutan**
Dalam hal karhutla, 283 lokasi telah menerima penanganan untuk mengendalikan titik api, dengan 263 lokasi dinyatakan selesai. Menteri Dody memastikan Kementerian PU akan terus memantau situasi untuk memperkuat respons dalam mengatasi dampak kekeringan.
**Komitmen Kementerian PU untuk Ketahanan Air**
Kementerian PU berkomitmen untuk melanjutkan pemantauan ketahanan air dan pangan nasional. Dengan koordinasi dengan unit pelaksana daerah, Kementerian ini optimis dalam mengatasi berbagai tantangan iklim demi masyarakat. “Kami akan terus bergerak berdasarkan kondisi lapangan untuk menjaga akses dan layanan dasar,” tutup Dody.




















