Headline.co.id, Makassar ~ 8 September 2026 – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan elpiji 3 kilogram di Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius dari berbagai pihak. Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan perlunya penanganan segera untuk mengatasi masalah ini agar tidak semakin membebani masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran pihak terkait, terutama penyedia dan distributor, dalam menangani dugaan kelangkaan ini.
Andi Rachmatika Dewi menyatakan bahwa masalah pasokan kebutuhan dasar ini harus segera diselesaikan karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Pertamina, sebagai penyedia utama, diminta untuk memberikan penjelasan mengenai situasi di lapangan. Laporan mengenai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dan kekurangan pasokan elpiji 3 kilogram yang menyebabkan kenaikan harga di tingkat pengecer turut menjadi perhatian. Kondisi ini dikhawatirkan semakin memberatkan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.
Antrean kendaraan, terutama truk yang membutuhkan solar, terjadi hampir setiap hari di berbagai wilayah Sulawesi, mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Untuk memastikan ketersediaan BBM dan elpiji bersubsidi, diperlukan koordinasi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Pertamina, agen, pangkalan, dan aparat penegak hukum. DPRD Sulsel berkomitmen untuk terus mengawal persoalan ini dan meminta Pertamina menjelaskan penyebab gangguan pasokan serta langkah konkret untuk mengembalikan kondisi seperti semula.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, Polda Sulawesi Selatan juga menyoroti dugaan berkurangnya ketersediaan BBM dan elpiji di masyarakat. Kombes Pol Didik Supranoto, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, menyatakan bahwa pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mendalami kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan atau penimbunan. Kepolisian berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk jika ditemukan praktik penyalahgunaan atau penimbunan yang merugikan masyarakat. Polda Sulsel juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Pertamina dan pemilik SPBU, untuk merespons dugaan kekurangan pasokan ini. Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Region Sulawesi menyatakan bahwa pasokan BBM di wilayahnya dalam kondisi aman, namun pengawasan tetap diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.



















