Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan telah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan sejumlah bandara alternatif menyusul sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Provinsi Banten. Hingga Senin (7/9), beberapa maskapai penerbangan telah mengalihkan rute mereka ke bandara-bandara alternatif tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa Bandara Kertajati menjadi salah satu bandara alternatif yang disiapkan untuk mengatasi penutupan operasional bandara akibat abu vulkanik. Pada hari yang sama, empat penerbangan Garuda Indonesia telah dialihkan ke Bandara Kertajati dari Bandara Soekarno-Hatta. Selain Kertajati, bandara alternatif lainnya termasuk Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara Juanda di Jawa Timur, serta Bandara Adi Soemarmo dan Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah.
Menhub Dudy juga mendorong maskapai, terutama maskapai internasional, untuk menggunakan pesawat berkapasitas besar dan memanfaatkan bandara alternatif yang telah disediakan. Hal ini bertujuan agar penumpang yang terjebak di luar negeri dapat segera kembali ke Indonesia melalui bandara-bandara tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Uji paper test yang dilakukan di beberapa bandara terdampak menunjukkan bahwa Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan, tidak terpapar abu vulkanik, sehingga bandara tersebut dinyatakan kembali beroperasi normal. Namun, tujuh bandara lainnya masih ditutup, termasuk Bandara Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Radin Inten II di Lampung, dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta.



















