Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan kekhawatiran terkait penipuan label pada produk beras fortifikasi yang merugikan masyarakat. Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa praktik penipuan ini tidak hanya menipu konsumen, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Rabu, 2 September 2026.
Arief menjelaskan bahwa beras fortifikasi seharusnya mengandung nutrisi tambahan yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti vitamin dan mineral. Namun, ditemukan beberapa produk di pasaran yang mengklaim sebagai beras fortifikasi tanpa memenuhi standar tersebut. “Ini adalah bentuk penipuan yang sangat merugikan karena masyarakat tidak mendapatkan manfaat kesehatan yang dijanjikan,” ujar Arief.
Bapanas berencana untuk meningkatkan pengawasan terhadap produk beras di pasaran guna memastikan keaslian dan kualitasnya. Arief menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan inspeksi dan pengujian produk secara berkala. “Kami akan memastikan bahwa setiap produk yang beredar di pasaran telah memenuhi standar yang ditetapkan,” tegasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain itu, Bapanas juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk beras fortifikasi. Konsumen diharapkan memeriksa label dan memastikan bahwa produk tersebut telah terdaftar dan disertifikasi oleh otoritas yang berwenang. “Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam mengawasi dan melaporkan produk yang mencurigakan,” kata Arief, menutup pernyataannya.


















