Headline.co.id, Kalimantan Timur ~ Sat Brimob Polda Kalimantan Timur meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Melalui Tim Respons Bencana dan personel BKO, mereka bergerak cepat untuk memantau, memadamkan, dan berkoordinasi dengan pihak terkait di beberapa wilayah. Langkah ini diambil setelah munculnya titik-titik kebakaran di Kabupaten Kutai Barat, Paser, Kutai Kartanegara, dan Berau.
Di Kabupaten Kutai Barat, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kaltim menangani kebakaran di RT 06 Kampung Jengan Danum, Kecamatan Damai. Kebakaran ini menghanguskan vegetasi hutan seluas sekitar 2 hektare. Meski jauh dari permukiman, personel tetap mengisolasi titik api dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah penyebaran api.
Penanganan serupa dilakukan di Kampung Muara Eheng, Kecamatan Damai, di mana tim yang dipimpin Iptu Nurman Syarif, S.H., memadamkan kebakaran vegetasi seluas 1 hektare. Tim ini terdiri dari tiga personel Brimob dan empat personel BKO Polres Kutai Barat. Di Kabupaten Paser, Tim Respons Bencana Kompi 2 Batalyon C Pelopor menangani kebakaran lahan gambut seluas 10 hektare di Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot, yang berdekatan dengan perkebunan kelapa sawit.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara, personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim menangani kebakaran di Kelurahan Ambarawang Laut, Kecamatan Samboja. Dipimpin Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P., mereka melakukan pemadaman dan pelokalisiran area terdampak. Selain itu, di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, kebakaran lahan gambut seluas 2,5 hektare berhasil dipadamkan, mencegah api merambat ke perkebunan kelapa sawit.
Di Kabupaten Berau, Tim Respons Bencana Kompi 3 Batalyon C Pelopor berkoordinasi untuk menangani kebakaran di Jalan Ahmad Yani, Kampung Labanan, Kecamatan Teluk Bayur. Kebakaran ini melanda area hutan dan perkebunan seluas 3 hektare yang dekat dengan permukiman. Personel segera mengamankan dan mengisolasi titik api bersama unsur terkait untuk mencegah ancaman terhadap rumah warga.



















