Highlight Berita:
Headline.co.id, Samarinda ~ Rizky Ridho tidak menjalani satu fungsi yang sama sepanjang pertandingan ketika Persija Jakarta mengalahkan Borneo FC 1-0 pada pekan pertama Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu 5 September 2026 malam. Pada babak pertama, Shin Tae-yong menempatkan kapten Persija itu sebagai bek tengah tetapi beberapa kali mendorongnya maju hingga menyerupai gelandang bertahan saat tim menguasai bola. Setelah Persija unggul melalui gol Alexander Jeremejeff pada menit 45+1, peran Ridho pada babak kedua menjadi lebih konservatif dan berpusat pada tugas menjaga area pertahanan.
Perubahan tersebut dapat dibaca melalui urutan jalannya laga. Bahan pertandingan menunjukkan Persija memulai laga dengan tekanan agresif, Borneo FC kemudian mampu keluar dari tekanan, Persija mencetak gol menjelang jeda, lalu pada babak kedua tim tuan rumah meningkatkan serangan. Dalam setiap fase itu, posisi dan kebebasan bergerak Rizky Ridho ikut berubah.
Fase Pertama: Ridho Menjadi Penghubung dari Belakang
Persija menguasai jalannya pertandingan dalam 10 menit pertama. Tim tamu menekan pertahanan Borneo FC dan membuat tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan. Pada fase ini, Rizky Ridho beroperasi dari posisi awal sebagai bek tengah, tetapi ia beberapa kali didorong lebih maju.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketika bola berada dalam penguasaan Persija, Ridho ikut membantu membangun serangan. Ia bergerak ke depan, terlibat dalam aliran bola, dan menempati ruang yang membuatnya terlihat seperti gelandang bertahan. Namun, ketika Borneo FC memperoleh bola, Ridho segera turun untuk menutup ruang. Artinya, peran yang tampak berbeda itu tidak menghapus tugas utamanya sebagai pemain belakang.
Penggunaan Ridho dengan cara tersebut beriringan dengan keinginan Persija mengendalikan permainan sejak awal. Tekanan tim tamu menghasilkan peluang pada menit ke-14 ketika Witan Sulaeman berhadapan dengan kiper Borneo FC. Peluang itu belum menghasilkan gol karena tembakan Witan melebar ke sisi kiri gawang.
Fase Kedua: Borneo Mulai Keluar dari Tekanan
Dominasi awal Persija tidak berlangsung tanpa respons. Memasuki menit ke-30, Borneo FC mulai mampu mengembangkan permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Perubahan ritme itu membuat tugas Ridho tidak hanya berkaitan dengan membantu pembangunan serangan, tetapi juga mengharuskannya cepat kembali ke belakang ketika Borneo menyerang.
Kualitas Persija di bawah Shin Tae-yong telah menjadi perhatian Borneo sebelum pertandingan. Komang Teguh, bek Borneo yang pernah menjadi bagian skuad Timnas U23 asuhan Shin Tae-yong pada Piala Asia U23 2024, mengatakan, ‘Persija diisi pemain-pemain bagus juga pelatih yang bagus. Saya juga pernah satu tim dengan Coach Shin, jadi saya tahu bagaimana Coach Shin itu.’
Situasi pertandingan kemudian menjadi lebih seimbang. Persija tidak lagi dengan mudah mempertahankan tekanan seperti pada menit-menit awal, sementara Borneo mulai menemukan ruang untuk membangun serangan.
Fase Ketiga: Gol Jeremejeff Mengubah Kebutuhan Persija
Persija memecah kebuntuan pada menit 45+1. Alexander Jeremejeff menyundul bola masuk setelah meneruskan umpan Kerim Memija. Gol tersebut mengubah keadaan pertandingan karena Persija memasuki babak kedua dengan posisi unggul 1-0.
Keunggulan membuat kebutuhan permainan Persija berbeda dibandingkan ketika skor masih 0-0. Pada awal laga, Persija membutuhkan pemain tambahan untuk membantu proses penguasaan dan pembangunan serangan. Setelah unggul, tim juga harus mempertahankan skor ketika Borneo FC semakin aktif menekan.
Sebelum pertandingan, Shin Tae-yong sudah memperkirakan laga tandang ini tidak mudah. ‘Borneo adalah tim peringkat kedua musim lalu. Karena kami bermain tandang, ini bisa menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami telah bersiap dengan baik dan akan memberikan segalanya serta bertarung sekuat tenaga di lapangan,’ ucapnya dalam pernyataan yang dimuat pada laman resmi Persija.
Fase Keempat: Ridho Kembali Menjadi Bek Tengah
Pada babak kedua, Shin Tae-yong tidak lagi memberikan kebebasan yang sama kepada Rizky Ridho untuk naik membantu serangan. Ridho ditempatkan lebih dalam sebagai bek tengah. Perubahan tersebut berlangsung saat Borneo FC terus menyerang untuk mencari gol penyama kedudukan.
Dengan posisi yang lebih menetap, Ridho lebih fokus menjaga area pertahanan. Borneo FC terus berusaha meningkatkan tekanan, tetapi tidak mampu mencetak gol. Persija mempertahankan skor 1-0 sampai pertandingan selesai.
Hasil itu penting bagi Persija karena menjadi tiga poin pertama mereka pada Super League 2026/2027 sekaligus kemenangan pada laga resmi pertama Shin Tae-yong sebagai pelatih Macan Kemayoran. Persija meraih hasil tersebut meski datang ke Samarinda tanpa sejumlah pemain yang mengalami cedera, yakni Pratama Arhan, Dony Tri Pamungkas, Eksel Runtukahu, Andritany Ardhiyasa, dan Kwon Chang-hoon.
Apa yang Terlihat dari Penggunaan Rizky Ridho
Berdasarkan jalannya pertandingan, penggunaan Rizky Ridho memperlihatkan dua fungsi berbeda yang diterapkan sesuai situasi. Ketika Persija ingin menguasai permainan dan membangun serangan dari belakang, Ridho diberi ruang untuk maju dan membantu area tengah. Ketika tim sudah unggul dan Borneo FC meningkatkan serangan, ia kembali ditempatkan lebih dalam untuk menjaga struktur pertahanan.
Perubahan itu tidak berarti Ridho berganti posisi secara permanen. Posisi dasarnya tetap bek tengah, tetapi tugasnya bersifat lebih dinamis pada babak pertama dan lebih konservatif pada babak kedua. Fakta bahwa ia aktif naik lalu cepat turun menunjukkan tanggung jawabnya bergerak mengikuti fase penguasaan bola dan kebutuhan bertahan.
Konteks pertandingan juga memperkuat pentingnya fleksibilitas tersebut. Persija datang dengan modal pramusim yang cukup baik, termasuk finis di posisi ketiga Piala Presiden 2026, menjalani pemusatan latihan di Thailand, dan memenangi beberapa uji coba. Namun, Borneo FC tetap menjadi lawan berat dan mulai mampu menciptakan peluang setelah setengah jam pertama.
Pada akhirnya, satu gol Jeremejeff menjadi penentu, sementara perubahan fungsi Rizky Ridho menjadi salah satu detail taktis paling jelas dari kemenangan Persija. Di babak pertama, ia membantu Persija menguasai fase awal pertandingan. Di babak kedua, ia kembali menjadi pengawal lini belakang ketika Borneo FC berusaha menyamakan skor. Dua peran itu berjalan dalam satu pertandingan yang sama dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Persija Jakarta.



















