Highlight Berita:
Headline.co.id, Samarinda ~ Rizky Ridho menunjukkan wajah berbeda dalam permainan Persija Jakarta ketika Macan Kemayoran menaklukkan Borneo FC 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu 5 September 2026 malam. Meski tercatat bermain sebagai bek tengah, kapten Persija itu beberapa kali bergerak lebih maju dan terlibat seperti gelandang bertahan saat tim membangun serangan. Eksperimen peran tersebut berlangsung terutama pada babak pertama sebelum Shin Tae-yong mengembalikannya ke posisi yang lebih dalam pada babak kedua untuk menjaga keunggulan.
Laga Borneo vs Persija sejak awal berlangsung dengan tekanan tinggi dari tim tamu. Persija menguasai bola pada 10 menit pertama dan memaksa Borneo FC lebih banyak bertahan. Pola agresif tersebut membuat tim tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan pada fase awal pertandingan.
Ridho Tidak Sekadar Menjadi Bek Tengah
Dalam susunan permainan Persija, Rizky Ridho memulai laga sebagai bek tengah. Namun, pergerakannya tidak terbatas di garis pertahanan. Ketika Persija menguasai bola, Ridho beberapa kali maju untuk membantu sirkulasi dan pembangunan serangan. Ia ikut bergerak ke depan, lalu segera turun untuk menutup ruang ketika Borneo FC mendapatkan kesempatan mengembangkan permainan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Perubahan posisi itu menjadi salah satu detail paling menonjol dari pertandingan. Ridho tetap menjalankan fungsi defensif, tetapi pada fase menyerang ia memperoleh ruang gerak yang lebih luas. Cara bermain tersebut memperlihatkan bagaimana Shin Tae-yong memanfaatkan kemampuan kapten Persija itu untuk menghubungkan lini belakang dengan area yang lebih tinggi di lapangan tanpa sepenuhnya meninggalkan tanggung jawab sebagai bek tengah.
Persija hampir mendapatkan hasil dari tekanan awal pada menit ke-14. Witan Sulaeman memperoleh peluang emas setelah berhadapan dengan kiper Borneo FC, tetapi tembakannya melebar ke sisi kiri gawang. Kesempatan itu belum cukup untuk membawa Persija unggul.
Persija Menekan, Borneo Bangkit Menjelang Akhir Babak Pertama
Setelah fase awal dikuasai Persija, Borneo FC perlahan mulai menemukan ritme. Memasuki menit ke-30, tim tuan rumah mampu mengembangkan permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Situasi tersebut membuat pertandingan tidak lagi berjalan satu arah.
Sebelum laga, bek Borneo FC Komang Teguh telah menilai Persija memiliki kualitas pemain dan pelatih yang harus diwaspadai. Komang pernah berada dalam skuad Timnas U23 yang ditangani Shin Tae-yong pada Piala Asia U23 2024. ‘Persija diisi pemain-pemain bagus juga pelatih yang bagus. Saya juga pernah satu tim dengan Coach Shin, jadi saya tahu bagaimana Coach Shin itu,’ kata Komang.
Persija tetap menjaga intensitas hingga penghujung babak pertama. Saat pertandingan tampak akan memasuki jeda tanpa gol, tim tamu akhirnya menemukan celah yang menentukan.
Satu Gol Jeremejeff Menentukan Hasil
Pada menit 45+1, Alexander Jeremejeff mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan Kerim Memija. Gol tersebut membawa Persija unggul 1-0 sekaligus menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan.
Keunggulan itu sangat penting karena Borneo FC datang dengan status salah satu tim papan atas musim sebelumnya. Persija pun sebelumnya menilai laga tandang di Samarinda akan menjadi ujian berat. Shin Tae-yong mengatakan, ‘Borneo adalah tim peringkat kedua musim lalu. Karena kami bermain tandang, ini bisa menjadi pertandingan yang sulit. Tapi kami telah bersiap dengan baik dan akan memberikan segalanya serta bertarung sekuat tenaga di lapangan.’
Persija sendiri datang dengan catatan pramusim yang cukup baik. Tim mengikuti Piala Presiden 2026 dan finis sebagai juara tiga, kemudian menjalani pemusatan latihan di Thailand serta memenangi beberapa pertandingan uji coba, termasuk melawan Police Tero, Chiangrai United, Brisbane Roar, dan Semen Padang.
Babak Kedua Membawa Ridho Kembali ke Jantung Pertahanan
Setelah unggul, pendekatan Persija terhadap Rizky Ridho berubah. Pada babak kedua, Shin Tae-yong menempatkannya lebih menetap sebagai bek tengah. Ridho tidak lagi diberi kebebasan yang sama untuk bergerak maju seperti pada babak pertama.
Perubahan itu berjalan bersamaan dengan meningkatnya tekanan Borneo FC. Tuan rumah terus berusaha mengejar ketertinggalan, sementara Persija lebih banyak membutuhkan kestabilan di lini belakang. Ridho kemudian lebih fokus menjaga area pertahanan dan menutup ruang bersama lini belakang Macan Kemayoran.
Borneo FC tidak mampu mencetak gol hingga pertandingan berakhir. Persija pun mempertahankan skor 1-0 dan membawa pulang tiga poin dari Samarinda. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Shin Tae-yong dalam pertandingan resmi sebagai pelatih Persija Jakarta.
Bagi Rizky Ridho, laga ini memperlihatkan bahwa perannya di bawah Shin Tae-yong dapat berubah sesuai kebutuhan fase permainan. Pada babak pertama ia didorong lebih berani membantu proses serangan, sedangkan pada babak kedua ia kembali menjadi bek tengah yang lebih disiplin ketika Persija harus meredam tekanan Borneo FC. Pergeseran itu menjadi salah satu cerita utama di balik kemenangan tipis Macan Kemayoran pada awal Super League 2026/2027.



















