Headline.co.id, Bandung ~ Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah konkret dalam penanganan bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan tim tanggap darurat dan memberikan berbagai bentuk bantuan. Tim dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM telah diterjunkan ke Manggarai untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada korban luka. Selain itu, UGM juga mempersiapkan program pemulihan dan pengabdian masyarakat yang lebih luas.
Dr. Djarot Heru Santoso, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim asesmen kedua untuk mempersiapkan penanganan pasca darurat. Tim ini akan menentukan lokasi yang akan digunakan oleh relawan dan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peduli Bencana yang direncanakan berangkat pada bulan September. “Sejauh ini, sudah ada 15 mahasiswa yang siap secara fisik dan mental untuk diterjunkan,” ujar Djarot pada Jumat, 4 September 2026.
Koordinasi juga dilakukan dengan Pengurus Daerah Kagama NTT di beberapa kabupaten, termasuk Sikka dan Manggarai Barat, untuk penyaluran bantuan darurat. Sementara itu, Dr. Hempri Suyatna, Direktur Kemahasiswaan UGM, mengungkapkan bahwa 47 mahasiswa UGM terdampak bencana telah menerima voucher makan gratis yang dapat diambil dua kali sehari di UC Hotel sejak 21 Agustus. Pihaknya juga sedang melakukan asesmen lebih lanjut terkait kebutuhan bantuan bagi mahasiswa tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tegar Zulal Barru, koordinator bidang kemasyarakatan Serikat Mahasiswa (SEMA) UGM, menyatakan bahwa pihaknya akan berpartisipasi dalam program Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa) untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak. Bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Airlangga (Unair), mereka berencana membuka layanan pendidikan darurat untuk anak-anak yang terhambat proses belajarnya akibat trauma memasuki gedung sekolah. Djarot menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menangani bencana berskala besar dan berharap UGM dapat berkontribusi lebih dalam sektor pendidikan dan penanganan trauma healing.





















