Headline.co.id, Surakarta ~ Komisi Yudisial (KY) dan Keraton Surakarta menjalin kerja sama untuk memperkuat budaya hukum dan etika di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan sistem peradilan yang bersih dan berintegritas. Kerja sama ini diresmikan dalam sebuah acara yang diadakan di Keraton Surakarta pada tanggal 2 September 2026.
Ketua KY, Mukti Fajar Nur Dewata, menekankan pentingnya peran budaya dan etika dalam mendukung sistem peradilan yang adil. “Budaya hukum yang kuat dan etika yang baik adalah fondasi dari peradilan yang bersih,” ujarnya. Keraton Surakarta, sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia, diharapkan dapat berkontribusi dalam menyebarluaskan nilai-nilai tersebut.
Sementara itu, Pengageng Keraton Surakarta, KGPH Puger, menyatakan bahwa keraton memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung upaya peningkatan etika dan budaya hukum. “Kami siap berkolaborasi dengan KY untuk menyebarluaskan nilai-nilai luhur yang dapat memperkuat sistem peradilan kita,” katanya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kerja sama ini mencakup berbagai program edukasi dan sosialisasi yang akan dilaksanakan di berbagai daerah. Program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya etika dan budaya hukum. KY dan Keraton Surakarta berkomitmen untuk terus bekerja sama dalam upaya ini demi terciptanya peradilan yang lebih baik di masa depan.

















