Headline.co.id, Bandung ~ (Kemenag) — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung berhasil mencatatkan 289 publikasi internasional dan 23 paten dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Selain itu, mahasiswa FST juga meraih 893 prestasi di tingkat nasional dan internasional selama periode yang sama. Pencapaian ini disampaikan dalam Kuliah Umum bertajuk “Peran Fakultas Sains dan Teknologi PTKIN dalam Membangun Peradaban Berbasis Sains dan Nilai Keislaman” yang berlangsung di Gedung Anwar Musaddad, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada Kamis (3/9/2026).
Dekan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hasniah Aliah, mengungkapkan bahwa dari total 25 paten yang dimiliki universitas, 23 di antaranya berasal dari FST. Saat ini, FST memiliki sembilan program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai 3.883 orang, didukung oleh 109 dosen dan 43 tenaga kependidikan. FST telah berkembang dari tujuh program studi awal dengan menambahkan Program Studi Teknik Lingkungan dan S2 Informatika.
Selain pencapaian dalam bidang riset, perkembangan FST juga terlihat dari aktivitas dan prestasi mahasiswa. Dalam lima tahun terakhir, sebanyak 78 mahasiswa telah mengikuti program magang internasional, dan 100 alumni melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun luar negeri. Pada aspek mutu akademik, enam dari tujuh program studi awal FST telah memperoleh akreditasi Unggul. Sejak 2018, FST juga telah menerbitkan lebih dari 90 judul buku yang mengkaji warisan sains Islam klasik di berbagai bidang seperti astronomi, matematika, dan teknologi modern.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Hasniah menekankan bahwa pendidikan, penelitian, dan pengabdian di FST mengintegrasikan sains dan teknologi dengan nilai-nilai keislaman melalui paradigma Wahyu Memandu Ilmu. “Kami berupaya menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki akhlak yang baik. Inilah karakter FST,” ujarnya. Selain itu, FST juga berkomitmen untuk memperkuat tata kelola dan budaya integritas dengan membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. “Wahyu Memandu Ilmu tidak hanya tercermin dalam ilmu dan karya, tetapi juga dalam cara kita bekerja dan mengelola institusi,” tambahnya.
Capaian publikasi, paten, prestasi mahasiswa, serta penguatan mutu akademik dan tata kelola ini menjadi bagian dari perkembangan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menyelenggarakan pendidikan sains dan teknologi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

















