Headline.co.id, Manokwari ~ Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi pada bulan Agustus 2026 mencapai 0,21 persen. Angka ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa yang terukur dalam periode tersebut. Kepala BPS, Margo Yuwono, menyatakan bahwa inflasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan harga bahan makanan dan transportasi.
Menurut Margo, kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Agustus adalah bahan makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan harga pada kelompok ini mencapai 0,45 persen. Selain itu, sektor transportasi juga mengalami kenaikan harga sebesar 0,30 persen, yang turut menyumbang terhadap inflasi bulan ini.
BPS juga mencatat bahwa dari 90 kota yang disurvei, 66 kota mengalami inflasi, sementara 24 kota lainnya mengalami deflasi. Kota dengan inflasi tertinggi adalah Manokwari dengan angka 1,37 persen, sedangkan kota dengan deflasi tertinggi adalah Tual dengan angka -1,02 persen. Hal ini menunjukkan adanya variasi harga yang cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ke depan, BPS akan terus memantau perkembangan harga dan inflasi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi nasional. Margo menekankan pentingnya koordinasi pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang akhir tahun yang biasanya diwarnai dengan peningkatan permintaan.




















