Headline.co.id, Siak ~ Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan data terbaru, TBS sawit dengan usia 9 tahun mencatat harga tertinggi dibandingkan dengan usia lainnya. Kenaikan ini terjadi pada minggu terakhir bulan Agustus 2026, dan menjadi kabar baik bagi para petani sawit di daerah tersebut.
Menurut laporan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS sawit untuk usia 9 tahun mencapai Rp2.500 per kilogram. Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan permintaan pasar dan kondisi cuaca yang mendukung produksi sawit. Selain itu, harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional juga mengalami peningkatan, yang turut mendorong kenaikan harga TBS di tingkat petani.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ir. Zulfadli, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan harga sawit di pasar. “Kami berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada para petani agar mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menjual hasil panen mereka,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kualitas produksi sawit melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan bagi petani.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Para petani di Riau menyambut baik kenaikan harga ini, karena dapat meningkatkan pendapatan mereka. Namun, mereka juga berharap agar harga tetap stabil dan tidak mengalami fluktuasi yang tajam. “Kami berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga agar kami bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik,” kata salah satu petani sawit di Kabupaten Siak. Dengan adanya kenaikan harga ini, diharapkan kesejahteraan petani sawit di Riau dapat terus meningkat.














