Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah memproses izin bagi 35 pesawat asing yang akan berpartisipasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penanggulangan bencana yang kerap melanda beberapa wilayah di Tanah Air. Proses perizinan ini dilakukan dengan cermat untuk memastikan semua aspek keselamatan dan regulasi terpenuhi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto, menjelaskan bahwa pesawat-pesawat tersebut berasal dari berbagai negara yang memiliki pengalaman dalam operasi pemadaman kebakaran hutan. “Kami memastikan bahwa semua pesawat yang terlibat telah memenuhi standar keselamatan internasional dan siap untuk beroperasi di wilayah Indonesia,” ujar Novie. Ia menambahkan bahwa kerja sama internasional ini sangat penting mengingat skala dan kompleksitas karhutla yang terjadi.
Proses perizinan ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk verifikasi dokumen dan inspeksi teknis pesawat. Kemenhub bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa semua pesawat dapat beroperasi dengan aman dan efektif. Novie juga menyebutkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menentukan wilayah prioritas yang membutuhkan bantuan segera.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Rencana tindak lanjut dari Kemenhub mencakup pemantauan ketat terhadap operasi pesawat asing ini, serta evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas penanganan karhutla. “Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam upaya penanggulangan karhutla, dan kami berharap dengan adanya bantuan dari pesawat asing ini, dampak kebakaran hutan dapat diminimalisir,” tutup Novie.



















