Highlight Berita Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026, Lengkap Niat, Tata Cara dan Keutamaannya:
Headline.co.id, Jakarta ~ Umat Muslim dapat kembali menjalankan Puasa Ayyamul Bidh pada September 2026 yang berdasarkan perhitungan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) jatuh pada Kamis hingga Sabtu, 24–26 September 2026. Tiga hari tersebut bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Rabiul Akhir 1448 Hijriah, waktu yang dikenal sebagai pelaksanaan Ayyamul Bidh setiap bulan.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah yang dianjurkan dalam Islam dan dilaksanakan tiga hari setiap bulan Hijriah. Dengan mengetahui jadwalnya lebih awal, umat Muslim memiliki waktu mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah sekaligus memperbanyak amalan seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah, dan menjaga perilaku selama berpuasa.
Namun, penanggalan Hijriah dapat berbeda bergantung pada metode kalender atau ketetapan yang digunakan. Karena itu, umat Muslim tetap dianjurkan mengikuti kalender Hijriah serta rujukan keagamaan yang menjadi acuan masing-masing.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal, rangkaian Puasa Ayyamul Bidh pada September 2026 berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Jadwalnya sebagai berikut:
Kamis, 24 September 2026: 13 Rabiul Akhir 1448 H
Jumat, 25 September 2026: 14 Rabiul Akhir 1448 H
Sabtu, 26 September 2026: 15 Rabiul Akhir 1448 H
Tanggal 13, 14, dan 15 pada setiap bulan Hijriah secara khusus dikenal sebagai hari Ayyamul Bidh. Penamaan tersebut berkaitan dengan kondisi bulan yang tampak terang pada malam hari karena berada di sekitar fase purnama.
Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilaksanakan tiga hari dalam setiap bulan Hijriah, terutama pada tanggal 13, 14, dan 15.
Istilah Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti “hari-hari putih”. Sebutan tersebut merujuk pada malam-malam ketika bulan bersinar terang di sekitar waktu purnama.
Puasa tiga hari setiap bulan termasuk amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain menjadi bentuk ibadah sunah, pelaksanaannya dapat menjadi latihan untuk meningkatkan kedisiplinan sekaligus mengendalikan diri.
Berpuasa juga bukan hanya menahan lapar dan haus. Umat Muslim dianjurkan menjaga perkataan, perilaku, serta menjauhi berbagai hal yang dapat mengurangi nilai ibadah selama menjalankan puasa.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum menjalankan Puasa Ayyamul Bidh, umat Muslim perlu memiliki niat berpuasa karena Allah SWT.
Salah satu lafal niat Puasa Ayyamul Bidh yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta’aalaa.”
Artinya:
“Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta’ala.”
Pada dasarnya, niat merupakan kehendak dalam hati untuk melaksanakan ibadah puasa. Hal yang utama adalah adanya niat untuk menjalankan puasa sunah tersebut karena Allah SWT.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Salah satu keutamaan Puasa Ayyamul Bidh berkaitan dengan pahala puasa tiga hari dalam setiap bulan.
Dalam riwayat dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa “puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti puasa sepanjang masa.”
Keutamaan tersebut berkaitan dengan perhitungan satu kebaikan yang mendapatkan balasan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, berpuasa selama tiga hari memiliki nilai seperti menjalankan puasa selama 30 hari.
Apabila dilakukan secara rutin setiap bulan, umat Muslim memiliki kesempatan mendapatkan pahala yang disebut setara dengan berpuasa sepanjang tahun.
Puasa Ayyamul Bidh juga dapat digunakan untuk melatih kesabaran serta pengendalian diri. Menahan lapar, haus, dan hawa nafsu menjadi bagian dari proses membiasakan diri untuk lebih disiplin dalam menjalankan ibadah.
Momentum tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan amalan lain, mulai dari membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah hingga menjaga hubungan dan perilaku terhadap orang lain.
Dalil Anjuran Puasa Tiga Hari Setiap Bulan
Anjuran berpuasa tiga hari dalam setiap bulan memiliki dasar dari sejumlah riwayat hadis Rasulullah SAW.
Salah satunya berasal dari Abu Hurairah RA. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW berpesan agar tidak meninggalkan tiga amalan, yakni salat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulan, dan salat duha.
Riwayat lainnya berasal dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki nilai seperti puasa sepanjang masa.
Selain itu, terdapat riwayat dari Ibnu Abbas RA yang menyebut Rasulullah SAW sering berpuasa pada hari-hari ketika malamnya terang, baik ketika berada di rumah maupun saat melakukan perjalanan.
Riwayat-riwayat tersebut menjadi dasar anjuran bagi umat Muslim untuk membiasakan puasa tiga hari setiap bulan.
Meski demikian, terdapat penjelasan bahwa puasa tiga hari dalam satu bulan tidak harus selalu dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15. Adapun tiga tanggal tersebut secara khusus dikenal sebagai waktu pelaksanaan Ayyamul Bidh.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh
Secara umum, tata cara Puasa Ayyamul Bidh sama dengan pelaksanaan puasa sunah lainnya.
Umat Muslim dapat mempersiapkan diri dengan makan sahur sebelum waktu Subuh. Setelah memasuki waktu puasa, seseorang menahan diri dari makan, minum, dan berbagai hal yang membatalkan puasa hingga waktu Magrib.
Menjaga ucapan dan perilaku juga menjadi bagian penting selama berpuasa. Pertengkaran, perkataan buruk, serta tindakan yang tidak baik perlu dihindari agar kualitas ibadah tetap terjaga.
Ketika waktu Magrib tiba, umat Muslim dapat mengakhiri puasa dengan berbuka. Ibadah kemudian dapat dilanjutkan dengan salat Magrib, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, maupun melakukan berbagai amalan baik lainnya.
Apakah Puasa Ayyamul Bidh Harus Tiga Hari?
Puasa Ayyamul Bidh memiliki hukum sunah sehingga tidak termasuk ibadah yang wajib dilaksanakan.
Artinya, umat Muslim yang tidak mengerjakannya tidak menanggung dosa sebagaimana ketika meninggalkan kewajiban puasa.
Namun, bagi umat Muslim yang memiliki kemampuan, menjalankan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah secara rutin dapat menjadi salah satu kebiasaan untuk menambah amal ibadah.
Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin hanya memiliki kemampuan berpuasa pada sebagian hari. Anjuran puasa tiga hari setiap bulan memiliki cakupan yang luas sehingga umat Muslim tidak perlu merasa terbebani apabila belum mampu mengerjakannya secara rutin.
Amalan Saat Menjalankan Puasa Ayyamul Bidh
Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh juga dapat dijadikan momentum meningkatkan kualitas ibadah secara keseluruhan.
Selain menahan diri dari sesuatu yang membatalkan puasa, umat Muslim dapat memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah, menjalankan salat sunah, serta membantu orang lain.
Menjaga ucapan dan menghindari perbuatan buruk juga penting agar puasa tidak sekadar menjadi kegiatan menahan lapar dan haus.
Dengan demikian, Puasa Ayyamul Bidh dapat menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk membangun kebiasaan ibadah yang lebih konsisten sekaligus meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT.
Persiapkan Puasa Ayyamul Bidh September 2026
Dengan jadwal yang diperkirakan berlangsung pada 24–26 September 2026, umat Muslim masih memiliki kesempatan mempersiapkan pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh sejak dini.
Tiga hari tersebut masing-masing bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Rabiul Akhir 1448 H berdasarkan KHGT.
Meski demikian, karena terdapat kemungkinan perbedaan dalam penetapan kalender Hijriah, masyarakat disarankan tetap memperhatikan kalender serta rujukan keagamaan yang menjadi pedoman masing-masing.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunah sehingga pelaksanaannya tidak bersifat wajib. Namun, bagi yang mampu menjalankannya, puasa tiga hari setiap bulan dapat menjadi salah satu kesempatan untuk memperbanyak ibadah, melatih pengendalian diri, serta mengejar keutamaan pahala sebagaimana disebutkan dalam riwayat mengenai anjuran puasa tiga hari setiap bulan.






















