Headline.co.id, Jakarta ~ Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Gede Narayana, menekankan bahwa pembangunan keterbukaan informasi publik tidak seharusnya hanya berfokus pada pencapaian nilai dalam monitoring dan evaluasi (monev). Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026. Gede menegaskan bahwa tujuan utama dari keterbukaan informasi adalah untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam acara tersebut, Gede Narayana menyoroti pentingnya kualitas informasi yang disampaikan kepada publik. Menurutnya, informasi yang terbuka dan transparan harus mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik. “Keterbukaan informasi bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gede mengingatkan bahwa setiap lembaga publik memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang diberikan akurat dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi yang baik akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga negara. “Kita harus membangun sistem informasi yang tidak hanya terbuka, tetapi juga dapat diandalkan,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai langkah tindak lanjut, KIP berencana untuk terus melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada instansi pemerintah agar dapat mengimplementasikan keterbukaan informasi dengan lebih efektif. Gede berharap bahwa dengan adanya peningkatan kualitas keterbukaan informasi, masyarakat dapat lebih aktif berpartisipasi dalam proses demokrasi dan pembangunan nasional.



















