Headline.co.id, Bangunan ~ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan bahwa 28 gedung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ende, Nusa Tenggara Timur, aman untuk digunakan setelah gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Kepastian ini diberikan setelah dilakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi bangunan pascagempa. Penilaian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan pasien serta tenaga medis yang beraktivitas di rumah sakit tersebut.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti, menyatakan bahwa tim teknis telah melakukan inspeksi dan evaluasi struktural terhadap gedung-gedung tersebut. “Kami telah mengirimkan tim ahli untuk melakukan penilaian teknis dan memastikan bahwa tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan,” ujar Diana. Penilaian ini dilakukan dengan teliti untuk memastikan bahwa semua fasilitas kesehatan dapat berfungsi dengan optimal dan aman.
Selain itu, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memantau kondisi bangunan lainnya yang terdampak gempa. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua infrastruktur publik tetap dalam kondisi baik dan dapat digunakan oleh masyarakat. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau dan melakukan tindakan yang diperlukan jika ditemukan kerusakan lebih lanjut,” tambah Diana.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian PUPR berencana untuk melakukan pemantauan berkala terhadap gedung-gedung di RSUD Ende dan fasilitas publik lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua bangunan tetap aman dan layak digunakan dalam jangka panjang. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam upaya pemulihan pascagempa, termasuk dalam aspek infrastruktur dan pelayanan kesehatan.




















