Headline.co.id, Sleman ~ Memasuki pekan ketiga pramusim, PSS Sleman mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam latihan mereka. Setelah sebelumnya fokus pada peningkatan kekuatan fisik dan kebugaran, kini tim beralih untuk mematangkan taktik serta menerjemahkan filosofi permainan ke dalam setiap gerakan di lapangan. Proses ini diakui tidak bisa dicapai dalam waktu singkat, dan perjalanan menuju bentuk ideal tim masih memerlukan waktu serta kerja keras yang konsisten.
Pieter Huistra, pelatih PSS Sleman, memberikan apresiasi atas intensitas kerja keras yang ditunjukkan oleh para pemainnya. Menurutnya, kemauan untuk terus bekerja dan berkembang adalah modal penting dalam membangun identitas permainan tim. “Kami masih memiliki waktu sekitar tiga hingga empat pekan ke depan, dan waktu tersebut tentu sangat kami butuhkan. Saya senang dengan usaha serta kerja keras yang ditunjukkan para pemain,” ungkap Huistra di Omah PSS pada Kamis (13/08/2026) sore.
Huistra menekankan pentingnya intensitas tinggi dan etos kerja sebagai bagian dari kultur dan identitas Super Elja. Ia menyatakan bahwa tim berada di jalur yang tepat untuk menjadi tim yang dominan dalam permainan. “Saya rasa kami berada di jalur yang tepat. Dalam sistem permainan, kami selalu ingin menjadi tim yang dominan,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Bagi PSS Sleman, kerja keras dalam setiap fase permainan merupakan identitas yang ingin terus ditanamkan. Tim berkomitmen untuk berlari, menekan, bergerak, dan memberikan energi hingga peluit akhir berbunyi. Filosofi ini diharapkan dapat membentuk PSS Sleman menjadi tim yang tidak hanya bermain, tetapi juga memiliki identitas yang kuat di lapangan.
















