Headline.co.id, Lombok ~ Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan duka cita mendalam atas insiden kebakaran yang menimpa KMP Putri Yasmin di perairan Bali pada Rabu pagi, 12 Agustus. Menhub Dudy menekankan pentingnya fokus pada pencarian, evakuasi, dan pendataan penumpang yang terlibat dalam kejadian tersebut. Instruksi ini disampaikan saat Menhub Dudy mengunjungi Posko SAR di Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sejak menerima laporan kejadian sekitar pukul 04.20 WITA, seluruh pihak terkait segera bergerak untuk melakukan pencarian dan evakuasi. Berdasarkan laporan sementara, manifest KMP Putri Yasmin mencatat 114 penumpang, belum termasuk awak kapal. Namun, hingga sore hari, jumlah penumpang yang ditemukan mencapai 173 orang, dengan 172 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia. Malam harinya, sebuah kapal dilaporkan menuju Pelabuhan Lembar dengan membawa 39 orang.
Menhub Dudy menekankan perlunya verifikasi menyeluruh untuk memastikan data manifest dan jumlah penumpang yang ditemukan. Ia menyoroti kemungkinan adanya perbedaan jumlah penumpang dengan data manifest, yang akan menjadi fokus investigasi lebih lanjut. Menhub menjelaskan bahwa penambahan penumpang yang tidak dilaporkan setelah surat izin berlayar diterbitkan merupakan isu yang perlu dievaluasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Terkait penyebab kebakaran, Menhub Dudy menyerahkan investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia menegaskan pentingnya mengetahui penyebab kejadian ini untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di masa depan. Menhub juga menyampaikan bahwa KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut berdasarkan pemeriksaan terakhir pada Juni 2026.
Operasi penyelamatan akan berlangsung hingga tujuh hari ke depan, dan posko aduan masyarakat telah dibuka untuk menerima laporan kehilangan anggota keluarga. Pemerintah, melalui PT Jasa Raharja, memastikan seluruh korban mendapatkan haknya, termasuk biaya perawatan dan santunan. Kendaraan penumpang juga akan mendapatkan penggantian dari PT Asuransi Jasaraharja Putera.
Menhub Dudy mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, KSOP Lembar, Distrik Navigasi Benoa, pemerintah daerah, petugas pelabuhan, tenaga kesehatan, serta kapal-kapal di sekitar lokasi kejadian. Setelah meninjau posko, Menhub Dudy juga mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Patut Patuh Patju, berharap mereka segera pulih dan dapat kembali beraktivitas. Turut hadir dalam peninjauan ini Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

















