Headline.co.id, Jakarta ~ Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T. resmi dilantik sebagai Deputi Bidang Pencegahan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. Acara pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Senin, 10 Agustus. Pengangkatan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/TPA Tahun 2026 yang ditandatangani pada 24 Juli 2026.
Sebagai Deputi Bidang Pencegahan, Abdul Muhari memiliki tanggung jawab strategis untuk memperkuat kebijakan dan program pencegahan serta pengurangan risiko bencana di Indonesia. Dalam sumpah jabatannya, Abdul Muhari menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan etika, integritas, dan tanggung jawab yang tinggi. “Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab; bahwa saya akan menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kewenangan serta menghindarkan diri dari perbuatan tercela,” ujarnya.
Abdul Muhari, yang lahir di Bukittinggi pada 3 Januari 1979, menjadi salah satu deputi termuda dalam sejarah BNPB. Latar belakang akademiknya yang kuat di bidang kebencanaan, khususnya tsunami, menjadikannya pilihan tepat untuk posisi ini. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Oseanografi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan studi magister di bidang Teknik Sipil di universitas yang sama. Gelar doktoralnya diperoleh dari Tohoku University, Jepang, yang mengukuhkannya sebagai salah satu ahli tsunami terkemuka di Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sebelum bergabung dengan BNPB, Abdul Muhari berkarier di Kementerian Kelautan dan Perikanan, di mana ia fokus pada mitigasi bencana berbasis ekologi. Penelitiannya tentang peran ekosistem mangrove sebagai pelindung alami dalam meredam dampak tsunami, termasuk dari tsunami Selat Sunda 2018, menarik perhatian Kepala BNPB periode 2019–2021, almarhum Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo. Konsep mitigasi berbasis ekologi yang diusungnya sejalan dengan pesan BNPB, “Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.”
Dalam perannya di BNPB, Abdul Muhari berfokus pada penguatan pengurangan risiko bencana, terutama dalam mitigasi dan sistem peringatan dini. Ia menekankan pentingnya edukasi dan literasi kebencanaan agar masyarakat dapat mengenali tanda-tanda bahaya dan merespons informasi peringatan dengan tepat. Salah satu inisiatifnya adalah penguatan kapasitas masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru, di mana ia menerapkan pengetahuan yang diperolehnya selama studi di Jepang untuk membantu masyarakat pesisir yang tinggal di wilayah rawan gempa bumi dan tsunami.
Dengan pengangkatan Abdul Muhari, BNPB berharap dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan menekan potensi dampak bencana. Langkah ini sejalan dengan paradigma penanggulangan bencana yang menekankan pentingnya pengenalan, pengurangan, dan pengelolaan risiko sebelum bencana terjadi. BNPB terus berupaya memperkuat kapasitas kelembagaan untuk menjalankan mandat penanggulangan bencana secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dan mitigasi hingga pemulihan pascabencana.















