Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat penyusunan peta jalan (roadmap) untuk implementasi jaringan 5G di Indonesia. Langkah ini diambil guna mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Kemkomdigi menegaskan komitmennya untuk mempercepat adopsi teknologi 5G sebagai bagian dari strategi nasional dalam memanfaatkan potensi AI.
Menteri Komunikasi dan Digital, Wandi, menyatakan bahwa percepatan ini bertujuan untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam revolusi digital global. “Dengan adanya 5G, kita dapat mengoptimalkan penggunaan AI dalam berbagai sektor, mulai dari industri hingga layanan publik,” ujar Wandi. Menurutnya, teknologi 5G akan menjadi tulang punggung bagi pengembangan aplikasi AI yang lebih canggih dan efisien.
Kemkomdigi telah menetapkan target untuk menyelesaikan roadmap 5G pada akhir tahun 2026. Proses ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk operator telekomunikasi, industri teknologi, dan lembaga penelitian. Wandi menambahkan bahwa kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa infrastruktur 5G dapat mendukung kebutuhan ekonomi digital yang terus berkembang.
Selain itu, Kemkomdigi juga berencana untuk mengadakan serangkaian diskusi dan lokakarya guna meningkatkan pemahaman publik tentang manfaat 5G dan AI. “Kami ingin masyarakat siap dan mampu memanfaatkan teknologi ini secara maksimal,” kata Wandi. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu negara terdepan dalam penerapan teknologi 5G dan AI di kawasan Asia Tenggara.



















