Headline.co.id, Palangka Raya ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis dengan memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara efektif, terutama dalam menghadapi puncak El Nino yang diprediksi akan memperparah kondisi kekeringan.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan bahwa penguatan koordinasi ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran hutan di wilayah tersebut. Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Tengah telah mencapai 3.069,52 hektare. Kondisi ini menjadikan provinsi tersebut sebagai prioritas utama dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya terdiri dari lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
Dalam upaya penanganan, BNPB memfokuskan penggunaan armada pesawat Water Bombing di area Tumbang Nusa, yang kebakarannya mendekati jalan. “Seluruh armada pesawat Water Bombing akan kita prioritaskan ke titik tersebut, dikombinasikan dengan OMC untuk memicu hujan deras,” ujar Kepala BNPB. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi intensitas kebakaran dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Selain itu, BNPB juga menginstruksikan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan langkah antisipasi menghadapi potensi puncak El Nino dan kekeringan. Langkah-langkah tersebut meliputi pemantauan perkembangan iklim dan cuaca, intensifikasi patroli di wilayah rawan karhutla, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah juga diminta untuk melakukan pendataan dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, guna memastikan ketersediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan distribusi air dengan mobil tangki selama musim kemarau.














