Headline.co.id, Meureudu ~ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Syiah Kuala (USK) memberikan edukasi kepada siswi SMA Negeri 1 Bandar Baru di Kabupaten Pidie Jaya mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan remaja dan mendorong deteksi dini kanker payudara. Program ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat oleh Kelompok Reguler 11 KKN USK Periode XXIX, yang bertujuan membekali remaja putri dengan pengetahuan tentang faktor risiko kanker payudara, tanda dan gejala awal yang perlu diwaspadai, serta teknik melakukan SADARI secara mandiri.
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Ilmu Hukum, Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Pendidikan Geografi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta Kehutanan. Materi disampaikan melalui presentasi interaktif, demonstrasi teknik SADARI dengan media edukasi, serta sesi diskusi yang memungkinkan peserta bertanya secara terbuka. Pendekatan ini membuat kegiatan berlangsung aktif, sehingga peserta lebih mudah memahami pentingnya mengenali perubahan pada tubuh sejak dini.
Selain memperkenalkan teknik SADARI, mahasiswa juga mengajak peserta untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, dan menghindari kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 (Good Health and Well-being), yang menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala SMA Negeri 1 Bandar Baru bersama dewan guru menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian mahasiswa KKN USK dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan bagi remaja putri. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi penyampaian materi maupun diskusi.
Ketua Kelompok KKN Reguler 11, Ari Maulana, menyatakan bahwa edukasi SADARI merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat besar apabila dilakukan secara rutin. “Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran remaja putri akan pentingnya deteksi dini kanker payudara,” ujar Ari, Jumat (31/7/2026). Ia menambahkan, mahasiswa KKN berkomitmen menghadirkan program yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan di kalangan remaja. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan remaja putri,” tambahnya.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN USK, Muhammad Sayuthi, S.P., M.P., menilai kegiatan tersebut sebagai contoh kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui edukasi kesehatan yang aplikatif sekaligus mendorong peningkatan kesadaran remaja terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara.

















