Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyelesaikan berbagai isu strategis di sektor olahraga. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperkuat kerja sama dengan FIFA, menyelesaikan administrasi terkait Training Center (TC) PSSI di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan mempercepat pencairan anggaran untuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) atlet dalam persiapan menghadapi Asian Games 2026.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menpora Erick Thohir kepada media di Jakarta pada Jumat (31/7/2026). Erick Thohir menyatakan bahwa kehadiran FIFA di Indonesia merupakan salah satu pencapaian penting setelah tragedi Kanjuruhan. Melalui kerja sama pemerintah dan PSSI, Indonesia tidak hanya terhindar dari ancaman sanksi internasional, tetapi juga dipercaya sebagai pusat berbagai program pengembangan sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan Oseania. “Kehadiran FIFA di Indonesia adalah langkah maju yang signifikan,” ujar Erick.
Erick menjelaskan bahwa FIFA kini memiliki kantor perwakilan di Indonesia dan setiap tahun menjalankan sekitar 13 hingga 15 program pengembangan dengan nilai investasi mencapai 1–2 juta dolar Amerika Serikat. Terkait isu belum dimanfaatkannya Training Center PSSI di IKN, Menpora Erick memastikan bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh proyek yang terhenti, melainkan masih menunggu penyelesaian proses administrasi hibah aset. Pembangunan fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia yang menyediakan lahan, sementara pendanaan pembangunan berasal dari FIFA bersama PSSI. “Proses administrasi hibah aset sedang dalam tahap penyelesaian,” jelasnya.
Di sektor olahraga prestasi, Erick menyatakan bahwa Kemenpora terus mempersiapkan kontingen Indonesia untuk menghadapi Asian Games 2026 bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI), KONI, serta Chief de Mission (CdM). Ia mengungkapkan bahwa pagu anggaran Kemenpora saat ini mencapai sekitar Rp1,15 triliun, namun sekitar Rp270 miliar masih berstatus dibintangi sehingga belum dapat digunakan. Oleh karena itu, Kemenpora terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar anggaran tersebut segera dapat dicairkan, terutama untuk mendukung keberlangsungan program pelatnas, kebutuhan perjalanan atlet dan pelatih, serta persiapan menuju berbagai kejuaraan internasional. “Kami terus berupaya agar anggaran segera cair,” kata Erick Thohir.
Menpora optimistis bahwa sinergi pemerintah, federasi olahraga, dan berbagai pemangku kepentingan akan memperkuat pembinaan olahraga nasional sekaligus meningkatkan daya saing atlet Indonesia di tingkat internasional.













