Headline.co.id, Gubernur Gorontalo ~ Gusnar Ismail, menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian sangat bergantung pada pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian di lapangan. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur pada Kamis, 30 Juli 2026. Menurutnya, penyuluh harus lebih fokus dalam membimbing petani dari tahap penanaman hingga panen, dan mengurangi frekuensi rapat yang tidak perlu.
Gubernur menyatakan, “Penyuluh tinggal membimbing sedikit saja. Tidak perlu terlalu banyak pertemuan kemudian mengarahkan, yang penting ketemu petani di lapangan kayak begini tadi, selesai urusan.” Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS), yaitu sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang menggabungkan penggunaan varietas benih unggul, pola tanam berjarak rapat, dan optimalisasi mekanisasi alat dan mesin pertanian.
Program pengembangan teknologi padi ini akan diterapkan di seluruh Indonesia dengan luas 1 juta hektar dan pertama kali diperkenalkan pada gelar teknologi PENAS XVII. Metode ini mulai diterapkan secara serentak dengan dipimpin oleh Gubernur. Pencanangan Gerakan Tanam Serempak (GERTAM) padi dengan metode PM-AAS dilakukan serentak di seluruh kabupaten/kota melalui virtual.
Gubernur juga mendorong setiap penyuluh untuk mencapai pendampingan minimal 50 hektar lahan tanam. Penyuluh yang berhasil melampaui target dan menghasilkan produktivitas di atas 10 ton per hektar akan mendapatkan penghargaan. “Demikian pula dari teman-teman distributor pupuk, semua harus mendukung ini, sehingga ini benar-benar bisa berhasil. Kita targetkan Gorontalo menjadi yang terbaik dalam program ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BRMP Provinsi Gorontalo, Ardi Praptono, menyatakan bahwa target tanam padi di Gorontalo mencapai 6.576 hektar pada periode Juli hingga September 2026. Setiap penyuluh diharapkan mampu mendampingi sedikitnya 50 hektar lahan agar target tersebut dapat tercapai. “Ada 2.805 hektar yang nanti harus dicapai di Kabupaten Gorontalo. Kita tau persis bahwa Kabupaten Gorontalo ini memiliki luasan sawah yang irigasi cukup luas,” kata Ardi.
Pencanangan ini diawali dengan demplot seluas sekitar 10 hektar yang dibiayai oleh BRMP Gorontalo. Demplot tersebut menjadi lokasi percontohan agar petani dapat mengamati penerapan metode PM-AAS sejak awal tanam hingga panen. (mcgorontaloprov/mila)



















