Headline.co.id, Jakarta ~ Pengamat kepolisian Poengky Indarti menilai penempatan pejabat baru Polri sesuai dengan pengalaman dan keahlian masing-masing. Penilaian itu disampaikan di Jakarta pada Minggu (4/10/2026), setelah Polri melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Menurut Poengky, kesesuaian kompetensi dengan jabatan dapat memperkuat profesionalisme serta meningkatkan kinerja Polri. Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.
Poengky menilai pengalaman para pejabat baru menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sesuai bidangnya. Ia mencontohkan penunjukan sejumlah pejabat utama (PJU) Mabes Polri yang dinilai memiliki latar belakang relevan dengan jabatan yang diemban.
Penempatan PJU Mabes Polri Dinilai Relevan
Salah satu penunjukan yang disoroti ialah Irjen Pol. Dedy Kusuma Bakti sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Menurut Poengky, pengalaman Dedy di bidang intelijen menjadi bekal dalam menjalankan tugas tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia juga menilai Dedy memiliki kemampuan dan pengetahuan yang relevan untuk mendukung pelaksanaan tugas intelijen kepolisian.
Selain itu, Poengky menyebut penunjukan Irjen Pol. Herry Heryawan sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri sesuai dengan pengalaman yang dimilikinya di bidang penegakan hukum dan keamanan.
“Cocok dengan pengalaman beliau yang lama penegakan hukum dan keamanan sehingga diharapkan mampu menangani pemeliharaan keamanan dengan baik,” kata Poengky.
Penunjukan Irjen Pol. Asep Safrudin sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri juga dinilai tepat karena memiliki latar belakang di bidang reserse kriminal.
Sementara itu, jabatan Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri yang diemban Irjen Pol. Arie Ardian Rishadi dinilai sejalan dengan pengalamannya dalam penegakan hukum dan kepemimpinan di tingkat kewilayahan.
“Intinya, saya melihat profesionalisme semakin menguat dan hal ini menunjukkan sangat positif bagi peningkatan prestasi Polri,” ucap Poengky.
Pengalaman Kapolda Jadi Pertimbangan
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu juga menilai sejumlah Kapolda yang baru memiliki pengalaman dan kemampuan yang mendukung pelaksanaan tugas di wilayah masing-masing.
Salah satu penempatan yang menjadi sorotan ialah Irjen Pol. Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Poengky menilai pengalaman Dadang saat menjabat Wakapolda Sumatera Utara dan Kapolda Maluku menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan keamanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan adanya penguatan kemampuan dan pengetahuan dalam kepemimpinan kewilayahan.
“Irjen Pol. Dadang Hartanto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakapolda Sumut yang penuh tantangan serta teruji di Maluku sebagai Kapolda Maluku, saat ini dipercaya menjadi Kapolda Metro Jaya yang tantangannya jelas lebih berat. Itu menunjukkan penguatan skill and knowledge untuk memimpin kewilayahan,” jelasnya.
Mutasi 88 Pati dan Pamen Polri
Polri sebelumnya melakukan mutasi dan rotasi terhadap 88 Pati dan Pamen sehari setelah Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjabat sebagai Kapolri.
Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Pergantian jabatan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri hingga kewilayahan.
Mutasi dan rotasi itu merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel. Dalam penilaian Poengky, penempatan pejabat berdasarkan pengalaman dan kompetensi dapat mendukung penguatan profesionalisme serta peningkatan prestasi Polri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















