Headline.co.id, Gorontalo Utara ~ Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang melanda wilayah terpencil di Provinsi Gorontalo disebabkan oleh rendahnya cakupan imunisasi rutin. Hal ini diungkapkan oleh Arman Saidi, Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo. Menurut Arman, intervensi medis sangat diperlukan untuk mengatasi situasi ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Arman setelah mendampingi pelayanan KLB Campak melalui pemberian imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) oleh tim Puskesmas Ilangata bersama Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo di Desa Dudepo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Kamis (30/7/2026). “Pemberian imunisasi tambahan melalui skema ORI Campak-Rubella menjadi instrumen krusial dalam memutus rantai penularan di wilayah kepulauan,” ujar Arman.
Arman menjelaskan bahwa berdasarkan kalkulasi epidemiologi, satu kasus campak dapat menular hingga ke 18 orang lainnya. Penyakit campak yang sering dianggap sepele ini dapat menyebabkan dampak buruk seperti kebutaan, kecacatan kongenital pada ibu hamil akibat paparan rubella, hingga kematian pada kelompok rentan. Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program imunisasi sebagai fondasi utama dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat jangka panjang.
Selain upaya pemenuhan layanan kesehatan dasar, wilayah terpencil tersebut juga diharapkan segera mendapatkan akses energi. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menjanjikan bahwa jaringan listrik PLN melalui pemasangan instalasi bawah laut dan pembangunan gardu di Dusun Makasar akan mulai menerangi Desa Dudepo pada 17 Agustus 2026.

















