Headline.co.id, Gorontalo ~ Sekretariat Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI) Provinsi Gorontalo mendorong pemanfaatan hasil kajian mini project dokter internship sebagai bahan evaluasi pelayanan kesehatan di daerah. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris KIKI Provinsi Gorontalo, Indah F. Datau, saat kegiatan monitoring dan evaluasi di UPTD Puskesmas Tibawa, Kabupaten Gorontalo, pada Selasa (28/7/2026).
Indah F. Datau mengapresiasi para dokter internship yang telah menyusun hasil pengamatan lapangan secara aplikatif, terutama terkait pengelolaan penyakit tidak menular dan kesehatan ibu. “Kami berharap hasil kajian ini dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah,” kata Indah. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan, Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) di Gorontalo berjalan dengan baik, aman, dan terkendali.
Pembinaan dan supervisi dari wahana serta dokter pendamping telah dilaksanakan sesuai ketentuan terbaru dari Kementerian Kesehatan, termasuk dalam hal tata kelola, jam kerja, dan perlindungan peserta. “Kami memastikan bahwa semua prosedur telah diikuti dengan benar,” ujar Indah. Sebelumnya, kegiatan evaluasi berbasis kajian ilmiah juga dilaksanakan di Puskesmas Kota Utara, yang memaparkan kajian tentang Pelayanan Kesehatan Lansia periode Januari–Juni 2026 serta pemanfaatan Buku KIA.
Dalam sesi presentasi, dua materi kajian utama dipaparkan, yaitu “Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi pada Program Prolanis” dan “Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK)”. Acara ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Tibawa, dokter pendamping, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, dan pengelola program terkait. KIKI Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya untuk memastikan PIDI berjalan sesuai standar mutu nasional.













