Headline.co.id, Banda Aceh ~ Kementerian Agama (Kemenag) menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di Aceh untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan melalui sinergi dalam pemulihan sektor pendidikan dan layanan sosial. Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, H. Faisal Ali Hasyim, menyampaikan komitmen ini dalam Diskusi Publik Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh yang berlangsung di Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Event Hall AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat.
Faisal menegaskan, “Menteri Agama memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemulihan dampak bencana di Aceh.” Oleh karena itu, Kemenag berkomitmen untuk terus mengakselerasi berbagai langkah rehabilitasi agar target pemulihan dapat tercapai. Ia juga meminta pihak-pihak yang menangani data kerusakan di lingkungan Kementerian Agama untuk memastikan validitas data penerima bantuan, sehingga tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat. Selain itu, para rektor perguruan tinggi diminta untuk mengidentifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana agar dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Mirza Tabrani, menyatakan kesiapan kampus untuk mendukung mahasiswa terdampak agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Dukungan tersebut berupa penyediaan beasiswa, layanan kesehatan, serta pelibatan tenaga medis dan sivitas akademika dalam membantu masyarakat di wilayah terdampak. Dalam diskusi tersebut, sebanyak 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh turut memberikan masukan untuk memperkuat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman, menekankan pentingnya mengedepankan local wisdom dalam proses pemulihan agar pembangunan pascabencana tetap selaras dengan nilai, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.
Sementara itu, Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra di Aceh, Safrizal ZA, menyatakan bahwa forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan pandangan, menyampaikan perkembangan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, serta menghimpun masukan dari kalangan akademisi. “Satgas PRR terus memantau kemajuan pemulihan melalui 13 indikator yang mencakup penyelenggaraan pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas jalan dan jembatan, pemulihan ekonomi, rumah ibadah, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penanganan masyarakat terdampak,” ujar Safrizal. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh.















