Headline.co.id, Bojonegoro ~ Sebanyak 4.400 keluarga di Kabupaten Bojonegoro menjadi target Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) pada tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan mendukung pengentasan kemiskinan melalui usaha peternakan. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya Ayam Petelur bagi calon penerima manfaat di Pendopo Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (24/7/2026).
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, menjelaskan bahwa Program Gayatri merupakan upaya pemberdayaan masyarakat kurang mampu melalui pengembangan usaha ayam petelur secara mandiri. Program ini telah dimulai sejak tahun 2025 dengan sasaran 5.400 keluarga penerima manfaat. Pada tahun 2026, program ini dialokasikan untuk 4.400 keluarga.
Untuk mendukung keberhasilan program, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan pembinaan, pelatihan, pendampingan teknis, serta bantuan sarana dan prasarana peternakan. Bantuan yang disediakan meliputi kandang, ayam petelur, pakan, dan vitamin. Peserta juga mendapatkan materi tentang manajemen budidaya dan pakan, kesehatan hewan, pengelolaan kandang dan limbah, kelembagaan kelompok peternak, serta pencatatan produksi dan keuangan.
Catur berharap produksi telur dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan menjadi sumber pendapatan tambahan. Sebagian hasil penjualan diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Pembentukan kelompok peternak juga didorong agar penerima manfaat memiliki kelembagaan yang kuat dan daya tawar lebih baik dalam membeli kebutuhan produksi maupun memasarkan telur.
Pada tahap pertama, bimbingan teknis Program Gayatri dilaksanakan di 11 lokasi dengan melibatkan 766 calon penerima manfaat. Di Kecamatan Trucuk, kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta. Calon penerima manfaat adalah warga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional desil 1–5, berusia produktif 18–60 tahun, memiliki minat beternak, bersedia mengikuti pembinaan, serta memiliki lokasi untuk penempatan kandang.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyatakan bahwa Program Gayatri merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. Selain memperkuat ekonomi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga terus meningkatkan pelayanan kesehatan. Salah satunya adalah melalui kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang iurannya ditanggung pemerintah daerah bagi masyarakat sesuai ketentuan.
“Pemkab telah membayarkan BPJS Kesehatan sehingga ketika masyarakat berobat di puskesmas tidak perlu mengeluarkan biaya,” ujar Nurul. Peningkatan pelayanan kesehatan juga dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sosodoro Djatikoesoemo melalui penyediaan layanan hemodialisis atau cuci darah. Layanan serupa direncanakan tersedia di RSUD Sumberrejo dan RSUD Padangan. Selain itu, RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dijadwalkan mulai memberikan layanan kemoterapi pada Agustus 2026.
Melalui Program Gayatri dan penguatan pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap keluarga penerima manfaat semakin mandiri secara ekonomi serta memperoleh akses pelayanan dasar yang lebih baik.




















