Headline.co.id, Pangkep ~ Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Yusran Lalogau, mengusulkan Pulau Salemo sebagai lokasi Silaturahmi Wilayah Komunitas Pendakwah Keren (KPK) berikutnya. Usulan ini disampaikan saat menghadiri Silaturahmi Wilayah V KPK Sulawesi Selatan di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pulau Salemo dianggap memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan Islam di Sulawesi.
Dalam acara tersebut, Muhammad Yusran mengajak para pendakwah untuk berinovasi dalam menyampaikan syiar Islam, terutama untuk menjangkau generasi muda di era digital. Ia menyambut peserta dan memperkenalkan potensi Kabupaten Pangkep, berharap kegiatan komunitas di masa mendatang dapat diadakan di wilayah kepulauan.
“Jika berbicara mengenai sejarah masuknya Islam di Sulawesi, salah satu cikal bakalnya berasal dari Pulau Salemo,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi sinergi Pemerintah Kabupaten Pangkep dan KPK Pangkep dalam menyosialisasikan program pemerintah, khususnya di bidang keagamaan.
“Alhamdulillah, KPK Pangkep selalu berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Misalnya, ketika ada program dari pemerintah pusat, saya berkolaborasi dengan KPK untuk menyebarluaskannya,” katanya. Muhammad Yusran menekankan pentingnya pendekatan dakwah yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Menurutnya, dakwah tidak harus terbatas pada ceramah di masjid, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan sosial, edukasi, dan pemanfaatan media digital. “Pada zaman digital sekarang, dakwah jangan hanya dilakukan di masjid. Bisa juga melalui kegiatan lain, seperti sosialisasi. Kita dituntut berinovasi, terlebih untuk menjangkau anak-anak muda,” tegasnya.
Ia berharap Komunitas Pendakwah Keren terus menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat. Sekretaris KPK Pangkep, Fachruddin, menyatakan bahwa Silatwil merupakan agenda tahunan untuk mempererat hubungan antardai di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.
“Dengan adanya Silatwil yang dilaksanakan setiap tahun, hubungan silaturahmi kami diharapkan terjalin sebaik-baiknya,” ujarnya. Fachruddin menjelaskan bahwa salah satu program unggulan KPK Pangkep adalah Dakwah Adventure, di mana para pendakwah mendatangi masjid di wilayah terpencil tanpa meminta imbalan.
“Melalui program Dakwah Adventure, kami mendatangi masjid-masjid di daerah terpencil tanpa meminta imbalan. Kami menyampaikan dakwah walaupun satu ayat. Biasanya, kami bekerja sama dengan pemerintah desa untuk melaksanakan tablig akbar,” jelasnya. Ia berharap Silatwil V dapat memperkokoh persaudaraan dan kekompakan para dai sehingga dapat terus bersinergi dalam membina umat.
“Mudah-mudahan silaturahmi antardaerah dan para dai tetap terjalin dengan baik, tidak ada perpecahan, serta selalu kompak,” pungkas Fachruddin.













