Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Wisata

Cave Tubing Kalisuci Gunungkidul, Wisata Sungai Bawah Tanah dengan Sensasi Susur Gua

Hendrawan by Hendrawan
1 hour ago
in Wisata
Reading Time: 4 mins read
406 17
A A
0
Menyusuri Tiga Gua Horizontal di Cave Tubing Kalisuci Gunungkidul

Menyusuri Tiga Gua Horizontal di Cave Tubing Kalisuci Gunungkidul (Dok foto Istimewa)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

HEADLINE.CO.ID, YOGYAKARTA ~ Cave Tubing Kalisuci menjadi salah satu pilihan wisata petualangan di kawasan karst Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wisatawan diajak menyusuri aliran sungai bawah tanah menggunakan ban pelampung dengan didampingi pemandu berpengalaman. Aktivitas tersebut dapat dinikmati setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Perpaduan susur gua, arus sungai, jeram, dan panorama batuan karst menjadi daya tarik utama wisata ini.

Cave Tubing Kalisuci menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata alam pada umumnya karena pengunjung tidak hanya menyusuri sungai terbuka, tetapi juga memasuki lorong gua yang gelap. Perjalanan dilakukan menggunakan ban karet berukuran besar dengan perlengkapan keselamatan berupa jaket pelampung, helm, pelindung tulang kering, dan sepatu khusus.

You might also like

Dekat Pantai Parangtritis, Wisata Pondok Bambu Rangdo Mudah Dijangkau Wisatawan

Wisata Pondok Bambu Rangdo Parangtritis, Spot Foto Alami Dekat Pantai dengan Tiket Rp5.000

23 July 2026
Taman Bunga Dewari Magelang Buka Setiap Hari, Wisatawan Bisa Berkunjung hingga Sore

Taman Bunga Dewari Magelang Tarik 2.500 Pengunjung, Warga Diharapkan Ikut Petik Berkah

23 July 2026

Sebelum memulai Cave Tubing Kalisuci, setiap peserta mendapatkan penjelasan mengenai kondisi jalur, cara menggunakan perlengkapan, serta prosedur yang harus dilakukan selama berada di sungai. Pengarahan tersebut menjadi bagian penting karena rute yang dilalui memiliki arus tenang, jeram, bebatuan, dan lorong gua dengan pencahayaan terbatas.

ADVERTISEMENT

Keselamatan Pengunjung Menjadi Prioritas

Petualangan dimulai dari pos pengelola. Setelah seluruh perlengkapan terpasang, pengunjung harus membawa ban pelampung dengan berjalan kaki sekitar 200 meter menuju titik awal pengarungan.

Dua orang pendamping memberikan instruksi mengenai medan yang akan dilalui dan memastikan seluruh alat pelindung telah digunakan dengan benar. Pemeriksaan perlengkapan dilakukan sebelum peserta memasuki aliran sungai.

“Karena keamanan pengunjung yang kami dahulukan, maka semua alat pelindung harus dikenakan dengan baik,” kata salah seorang instruktur sambil memperagakan cara menggunakan perlengkapan keselamatan.

Peralatan yang digunakan dalam aktivitas ini meliputi helm, jaket pelampung, pelindung tulang kering, ban karet, dan perlengkapan pendukung lainnya. Pemandu juga mendampingi peserta sepanjang perjalanan untuk membantu ketika melewati bagian sungai yang berbatu maupun memiliki jeram.

Setelah seluruh peserta berada di atas ban, perjalanan dimulai dengan mengikuti aliran sungai yang berkelok-kelok di antara tebing karst. Ketika memasuki bagian berarus tenang, peserta dapat menggunakan tangan sebagai pengayuh agar ban terus bergerak.

Situasi berbeda akan dirasakan saat memasuki jeram. Ban dapat melaju lebih cepat dan berputar mengikuti arus. Pada beberapa bagian yang dipenuhi bebatuan atau sulit dilewati, peserta harus keluar dari sungai dan berjalan kaki sambil membawa ban pelampung.

Kondisi tersebut membuat peserta perlu mengikuti setiap instruksi pemandu. Selain menjaga keselamatan, kepatuhan terhadap arahan juga membantu perjalanan berlangsung lebih tertib dan nyaman.

Menyusuri Gua Kalisuci dan Gua Gelatik

Bagian paling menantang dimulai ketika aliran sungai memasuki Gua Kalisuci dan Gua Gelatik. Cahaya matahari perlahan menghilang, kemudian berganti dengan suasana remang hingga gelap.

Pencahayaan di dalam gua mengandalkan lampu yang dibawa peserta dan pendamping. Suara gemuruh air, suhu yang lebih sejuk, dan terbatasnya jarak pandang menciptakan suasana petualangan yang berbeda dari bagian sungai terbuka.

Di dalam gua, wisatawan dapat melihat stalaktit yang menggantung di langit-langit dan terus meneteskan air. Sejumlah bagian batuan memiliki tampilan menyerupai kristal, sedangkan stalagmit terlihat terbentuk di dasar gua.

Pengunjung juga dapat menjumpai kelelawar yang bergelantungan di langit-langit gua, ikan yang berenang di bawah permukaan air, serta berbagai satwa yang hidup dalam lingkungan lembap. Keberadaan satwa tersebut menjadi bagian dari ekosistem alami sungai bawah tanah Kalisuci.

Salah satu pemandangan menarik muncul ketika sinar matahari masuk melalui rongga besar di bagian gua. Cahaya tersebut jatuh ke permukaan air dan dinding batuan, menciptakan kontras dengan lorong gua yang sebelumnya gelap.

Informasi pengelola menyebut jalur Cave Tubing Kalisuci melewati tiga gua horizontal dan dua gua vertikal dengan kombinasi jeram di sepanjang aliran sungai. Perjalanan menyusuri kawasan tersebut berlangsung sekitar dua jam.

Panorama Karst Gunungkidul

Kalisuci berada di kawasan perbukitan karst Gunungkidul yang selama ini dikenal memiliki kondisi tanah relatif kering. Ketika musim kemarau, tanaman di sekitar perbukitan dapat berubah kecokelatan akibat berkurangnya pasokan air.

Namun, kondisi permukaan yang terlihat tandus menyimpan sistem gua dan sungai bawah tanah di dalam perut bumi. Potensi alam tersebut kemudian dikembangkan menjadi wisata petualangan dengan tetap mengutamakan pendampingan dan perlengkapan keselamatan.

Dari atas tebing, aliran sungai terlihat berkelok dengan warna air biru kehijauan. Warna tersebut tampak kontras dengan tanah kecokelatan, tebing kapur, dan pepohonan jati yang tumbuh di sekitar jalur menuju lokasi.

Aktivitas cave tubing memadukan caving atau kegiatan susur gua dengan body rafting. Peserta tidak menggunakan perahu, tetapi duduk di atas ban pelampung dan bergerak mengikuti arus sungai.

Perpaduan antara sungai, jeram, lorong gelap, dan formasi batuan menjadikan Kalisuci sebagai salah satu wisata petualangan khas Gunungkidul. Wisata ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati lanskap karst dari sudut berbeda.

Tarif dan Fasilitas Cave Tubing Kalisuci

Berdasarkan informasi layanan yang tercantum, tarif Cave Tubing Kalisuci ditetapkan sebesar Rp120.000 per orang untuk wisatawan domestik. Sementara itu, wisatawan nondomestik dikenai biaya Rp200.000 per orang.

Biaya tersebut sudah mencakup perlengkapan keselamatan standar berupa jaket pelampung, helm, pelindung tulang kering, dan ban. Tarif juga mencakup retribusi, asuransi, jasa pemandu, kamar mandi, minuman, serta makanan ringan.

Pengelola turut menyediakan akomodasi untuk membawa peserta dari titik akhir pengarungan kembali ke sekretariat. Layanan tersebut diperlukan karena lokasi akhir perjalanan berbeda dengan tempat peserta memulai kegiatan.

Cave Tubing Kalisuci beroperasi setiap Senin hingga Minggu mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB. Pengunjung perlu menggunakan seluruh perlengkapan dengan benar dan mengikuti arahan pemandu, terutama ketika memasuki jeram, area berbatu, serta lorong gua yang gelap.

Dengan pendampingan pemandu dan penerapan perlengkapan keselamatan, wisatawan dapat menikmati pengalaman menyusuri sungai bawah tanah sekaligus melihat kekayaan bentang alam karst Gunungkidul. Sensasi mengapung di antara tebing, memasuki kegelapan gua, dan kembali menemukan cahaya matahari menjadi rangkaian utama petualangan di Kalisuci.

Tags: arus sungaiCave Tubing KalisuciDaerah Istimewa YogyakartajeramKabupaten Gunungkidulkawasan karst Semanususur gua
ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Dekat Pantai Parangtritis, Wisata Pondok Bambu Rangdo Mudah Dijangkau Wisatawan

Wisata Pondok Bambu Rangdo Parangtritis, Spot Foto Alami Dekat Pantai dengan Tiket Rp5.000

by Hendrawan
23 July 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Wisata Pondok Bambu Rangdo menjadi salah satu pilihan destinasi di sekitar Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa...

Taman Bunga Dewari Magelang Buka Setiap Hari, Wisatawan Bisa Berkunjung hingga Sore

Taman Bunga Dewari Magelang Tarik 2.500 Pengunjung, Warga Diharapkan Ikut Petik Berkah

by Hendrawan
23 July 2026
0

Headline.co.id, Magelang ~ Taman Bunga Dewari Magelang menjadi destinasi wisata alam baru yang langsung menarik perhatian setelah resmi dibuka pada...

Wisata Taman Safari Bogor

Libur Sekolah Dorong Kunjungan ke Taman Safari Bogor, Tarif dan Akses Puncak Jadi Pertimbangan Wisatawan

by Hendrawan
11 July 2026
0

Analisis kunjungan Taman Safari Bogor saat libur sekolah 2026, mulai dari tarif tiket, akses Puncak, hingga tren wisata edukasi keluarga.

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kemlu Investigasi Penangkapan 6 WNI di Singapura

Kemlu Investigasi Penangkapan 6 WNI di Singapura

23 December 2025
Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Seram Bagian Timur, Maluku

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Seram Bagian Timur, Maluku

22 June 2026
Foto: Kasi Humas Polresta Sleman IPTU Argo Anggoro, S.H

Mahasiswa di Sleman Jadi Korban Pengeroyokan Diduga Salah Sasaran, Dua Gigi Patah

26 May 2026
DWP Dinkominfo Blora Mengadakan Ziarah ke Makam Pahlawan Perempuan

DWP Dinkominfo Blora Mengadakan Ziarah ke Makam Pahlawan Perempuan

25 April 2026
Kemkomdigi Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Digital Sehat

Kemkomdigi Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Digital Sehat

7 May 2026

Terhitung Hari Ini, Masjid Istiqlal Tiadakan Salat Jumat Hingga 2 Jumat Mendatang

20 March 2020
Menteri Agama Umumkan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi

Menteri Agama Umumkan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi

11 January 2026

Artikel Terbaru

Minta Uang Rp15 Juta Tak Dipenuhi, Pria di Kasihan Bantul Bakar Rumah

Minta Uang Rp15 Juta Tak Dipenuhi, Pria di Kasihan Bantul Bakar Rumah

23 July 2026
Universitas Republik Indonesia Fokus pada Kepemimpinan, Integritas, dan Wawasan Kebangsaan

Universitas Republik Indonesia Mulai Berjalan, Latih 399 Pegawai BUMN dan Siapkan 10 Kampus

23 July 2026
Akhir Pekan di De Flava Beach Gunung Kidul, Ada Live Music dan Hiburan Pantai

Harga dan Menu Favorit De Flava Beach Gunung Kidul, Ada Lobster Jumbo

23 July 2026
De Flava Pantai Slili, Destinasi Kuliner Ramah Keluarga di Gunungkidul

De Flava Beach Gunung Kidul Tawarkan Resto Pantai Bergaya Meksiko di Pantai Slili

23 July 2026
Risiko Serius di Balik Kebiasaan Membunyikan Leher

Risiko Serius di Balik Kebiasaan Membunyikan Leher

23 July 2026
Dekat Pantai Parangtritis, Wisata Pondok Bambu Rangdo Mudah Dijangkau Wisatawan

Wisata Pondok Bambu Rangdo Parangtritis, Spot Foto Alami Dekat Pantai dengan Tiket Rp5.000

23 July 2026
Tanda-Tanda Tubuh Terpapar Polusi Udara yang Perlu Diwaspadai

Tanda-Tanda Tubuh Terpapar Polusi Udara yang Perlu Diwaspadai

23 July 2026

Popular Story

Wasit Slovenia Pimpin Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina
Olahraga

Wasit Slovenia Pimpin Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina

by Aditya
18 July 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. FIFA telah menetapkan perangkat pertandingan untuk final Piala...

Read moreDetails

PWI Aceh Gelar UKW untuk Tingkatkan Kompetensi Wartawan di Era Digital

Kader Jumantik di Condongcatur Intensifkan Inspeksi Rumah Warga untuk Cegah DBD

Waspada Cuaca Besok 22 Juli 2026, Konvergensi Picu Pertumbuhan Awan Hujan

Program OREO Berbagi Seru Jangkau 708 Siswa SD di Gunungkidul, Dukung Bocah Pinter

Ribuan Warga Pontianak Padati Nobar Final Piala Dunia 2026

Golden Boot Kedua Kylian Mbappe, Makna 10 Gol di Piala Dunia 2026

DKP Gorontalo dan Sulawesi Utara Perkuat Koordinasi Cegah Konflik Nelayan

Program Sekolah Gratis di Banten Permudah Akses Pendidikan bagi Buruh Harian

Wali Kota Medan Dukung Nobar Piala Dunia untuk Kebersamaan Pemuda

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.