Headline.co.id, Semarang ~ Kecelakaan kereta api di Semarang menewaskan seorang siswa sekolah dasar dan pamannya setelah sepeda motor yang mereka tumpangi tertabrak KA Barang Petikemas Cargo di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kota Semarang, Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Sepeda motor tersebut membawa tiga orang yang terdiri atas seorang pria dewasa dan dua anak yang hendak berangkat sekolah. Berdasarkan keterangan kepolisian, kendaraan tetap melintasi rel ketika palang perlintasan telah ditutup dan petugas memberikan peringatan. Satu anak lainnya selamat dan masih menjalani perawatan medis di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Jumlah korban meninggal dalam kecelakaan kereta api di Semarang tersebut bertambah menjadi dua orang setelah pengendara sepeda motor, Rujito (45), meninggal dunia saat menjalani perawatan. Sebelumnya, siswa kelas III sekolah dasar berinisial HRA (9), yang diketahui bernama Hafizh Rehan, juga dinyatakan meninggal akibat cedera kepala.
Sementara itu, korban selamat dalam kecelakaan kereta api di Semarang berinisial ZIA (12), yang diketahui bernama Ibrahim, masih mendapatkan penanganan medis. Ketua RT 08 RW 04 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Tri Priyanto, mengatakan kondisi anak tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Yang kakaknya sudah sadar dan sudah bisa diajak komunikasi,” kata Tri Priyanto, Selasa, 21 Juli 2026.
Ketiga korban diketahui memiliki hubungan keluarga. Rujito merupakan paman dari Hafizh Rehan dan Ibrahim. Saat kejadian, ia sedang mengantar kedua keponakannya menuju SDIT Al Kolam Simongan untuk mengikuti kegiatan sekolah pada awal tahun ajaran baru.
Menurut Tri Priyanto, Rujito memang beberapa kali membantu keluarga mengantar kedua anak tersebut ke sekolah. Pada pagi kejadian, orang tua korban memiliki kegiatan sehingga meminta Rujito mengantarkan kedua anak itu.
“Memang sering setiap pagi mengantar. Kadang orang tuanya yang mengantar, tetapi hari ini kebetulan orang tuanya ada kegiatan sehingga diminta mengantar oleh pakdenya,” ujarnya.
Polisi Ungkap Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan melibatkan KA 2527 Barang Petikemas Cargo relasi Stasiun Kampung Bandan, Jakarta, menuju Stasiun Kalimas, Surabaya. Peristiwa terjadi di perlintasan sebidang Nomor 5 KM 1+5/6 pada petak jalan antara Stasiun Jerakah dan Stasiun Semarang Poncol.
Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, menjelaskan kereta api bergerak dari arah Jakarta menuju Surabaya ketika sepeda motor korban berada di antara jalur hulu dan hilir. Pengendara kemudian melaju ketika kereta akan melintas.
Petugas penjaga perlintasan disebut telah menutup palang, meniup peluit, dan meneriakkan peringatan kepada pengendara. Namun, kendaraan tetap bergerak melintasi rel hingga bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta.
“Sudah diteriaki petugas palang pintu dan disemprit. Tidak mendengar, tetap jalan, kemudian tertabrak kereta,” kata AKP Untung.
Kanit Reskrim Polsek Semarang Tengah, Iptu Nurul, juga menyampaikan bahwa palang perlintasan telah ditutup karena akan dilewati kereta barang.
“Korban yang mengendarai sepeda motor menerobos palang pintu perlintasan yang saat itu sudah ditutup karena akan dilalui kereta barang,” ujarnya.
Benturan tersebut menyebabkan ketiga korban bersama sepeda motornya terpental hingga ke bagian pembatas jalan. Para korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum dievakuasi ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
Informasi awal dari kepolisian menyebutkan satu korban meninggal dan dua lainnya menjalani perawatan. Namun, beberapa jam kemudian, Rujito yang mengalami luka berat dinyatakan meninggal dunia.
Tri Priyanto mengatakan Rujito mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Sejak dibawa ke rumah sakit, korban berada dalam kondisi kritis dan belum sempat sadar.
“Sejak setelah kecelakaan kondisinya kritis dan belum sempat sadar,” katanya.
KAI Sebut Masinis Telah Membunyikan Klakson
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan tersebut. Berdasarkan keterangan masinis, klakson lokomotif telah dibunyikan berulang kali sebagai peringatan kepada pengguna jalan agar menjauh dari jalur kereta api.
“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” kata Luqman.
Dalam penanganan perjalanan kereta, KA Petikemas itu sempat melakukan Berhenti Luar Biasa di Stasiun Semarang Poncol pada pukul 06.54 WIB untuk menjalani pemeriksaan sarana. Setelah diperiksa dan dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian, kereta kembali diberangkatkan pada pukul 06.56 WIB.
KAI Daop 4 Semarang mengingatkan pengguna jalan agar berhenti ketika sirene atau sinyal perlintasan berbunyi. Pengendara juga diminta memastikan jalur benar-benar aman sebelum melewati perlintasan sebidang.
“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Luqman.
Informasi Media Sosial Berbeda dengan Data Resmi
Kecelakaan tersebut sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan awal menyebutkan tiga korban meninggal di lokasi kejadian. Namun, informasi itu berbeda dengan keterangan resmi kepolisian dan perkembangan penanganan di rumah sakit.
Data terakhir dalam bahan keterangan menyebutkan dua korban meninggal dunia, yakni Hafizh Rehan dan Rujito. Sementara Ibrahim selamat dan masih menjalani pemeriksaan serta perawatan lanjutan di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Perbedaan informasi tersebut menunjukkan pentingnya menunggu hasil pemeriksaan petugas dan konfirmasi dari pihak berwenang sebelum menyebarkan kabar mengenai identitas maupun kondisi korban kecelakaan.
Gubernur Pastikan Korban Mendapat Perawatan Maksimal
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia menilai peristiwa tersebut menjadi duka mendalam karena terjadi ketika kedua anak sedang dalam perjalanan menuju sekolah pada awal tahun ajaran baru.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran,” kata Ahmad Luthfi.
Luthfi juga meminta masyarakat mendoakan korban meninggal serta kesembuhan bagi korban yang masih menjalani perawatan.
“Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pendampingan dan penanganan medis terhadap korban selamat diberikan secara maksimal. Dinas Kesehatan Jawa Tengah juga diminta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk membantu meringankan beban keluarga.
“Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan,” tegas Luthfi.
Jasa Raharja turut memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada ahli waris setiap korban meninggal dunia. Selain itu, biaya perawatan korban selamat mendapat jaminan hingga Rp20 juta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ahmad Luthfi meminta kecelakaan tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mengabaikan peringatan petugas, sirene, maupun palang pintu di perlintasan kereta api.
“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti,” katanya.
Menurut dia, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh pengendara. Kepatuhan terhadap rambu serta arahan petugas menjadi langkah utama untuk mencegah kecelakaan serupa.
“Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali,” tutupnya.




















